Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.923 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.923 per Dolar AS
ilustrasi mata uang rupiah (pexels.com/Robert Lens)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,06 persen ke Rp17.923 per dolar AS pada perdagangan Kamis (6/8/2024), berdasarkan data Bloomberg.
  • Penguatan rupiah sejalan dengan bath Thailand dan dolar Taiwan, masing-masing naik 0,06 persen terhadap dolar AS.
  • Penurunan harga minyak akibat optimisme pembukaan Selat Hormuz serta pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 di atas ekspektasi menopang sentimen positif rupiah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan, Kamis (6/8/2024). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp17.923 per dolar AS.

Rupiah tercatat menguat 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Bath dan Dolar Taiwan ikut menguat sore ini

Lebih rinci, rupiah tidak menguat sendirian karena sejumlah mata uang di Asia juga menguat.

  • Bath thailand menguat 0,06 persen
  • Dolar Taiwan menguat 0,06 persen

2. Meredanya ketegangan selat Hormuz

Pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditopang oleh sentimen positif datang dari penurunan harga minyak mentah dunia seiring meningkatnya optimisme pasar bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

"Meredanya harga minyak berpotensi mengurangi tekanan terhadap mata uang negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia. Kondisi ini dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan rupiah," jelasnya.

3. Laju ekonomi kuartal II di atas ekspektasi pasar

Selain itu, data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi pasar turut menjadi penopang mata uang Garuda. Kinerja ekonomi yang solid memperkuat keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi domestik dan meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah.

"Dengan kombinasi kedua sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Dengan begitu, rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS," ujar Lukman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More