Wamenkeu Suahasil Wanti-Wanti Dapur MBG yang Masih Pakai LPG Subsidi

- Suahasil Nazara menyatakan SPPG seharusnya tidak menggunakan barang subsidi dalam pelaksanaan program MBG.
- Kepala BGN Sudaryono telah meminta dapur MBG tidak memakai energi bersubsidi dan mengomunikasikan aturan tersebut kepada pengelola SPPG.
- Masyarakat dipersilakan melaporkan temuan penggunaan subsidi yang tidak sesuai melalui media sosial.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara merespons sorotan terkait penggunaan barang subsidi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Suahasil memahami kebijakan pemerintah saling berkaitan dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, pelaksanaan MBG juga berkaitan dengan upaya menjaga ketahanan energi serta memastikan subsidi diberikan kepada pihak yang berhak.
"Tapi SPPG ya harusnya nggak pakai barang subsidi dong. Ya kan? Kan itu yang tadi disampaikan," katanya dalam Ngobrol Seru by IDN Times "Subsidi Energi dan Ketahanan Energi: Menata Reformasi Subsidi untuk Indonesia yang Lebih Tangguh, dikutip Kamis (6/8/2026).
1. Masyarakat diminta ikut awasi SPPG

Suahasil mengapresiasi masyarakat yang terus mengingatkan pemerintah terkait penggunaan subsidi. Dia juga meminta masyarakat ikut mengawasi SPPG di sekitar lingkungan masing-masing.
Masyarakat dipersilakan menyampaikan temuan terkait penggunaan subsidi yang tidak sesuai melalui media sosial (medsos). Pengawasan publik dinilai penting agar subsidi yang diberikan pemerintah benar-benar sampai kepada penerima yang dituju.
"Saya terima kasih sekali kalau diingatkan terus. Saya terima kasih sekali kalau teman-teman ikut mengawasi SPPG di sekeliling rumahnya," ujar dia.
2. Kepala BGN sudah mulai menertibkan SPPG

Suahasil menyebut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sudah menegaskan dan meminta dapur MBG tidak menggunakan energi bersubsidi. Hal tersebut dikomunikasikan agar seluruh pengelola SPPG memahami aturan penggunaan barang subsidi.
"Makanya Pak Sudaryono dengan lantang dia bilang tidak boleh lagi pakai energi yang bersubsidi. Ya memang harus seperti itu. Nah itu baru dikomunikasikan," paparnya.
3. Pemerintah pastikan subsidi tepat sasaran

Suahasil menegaskan, pemerintah ingin memastikan setiap subsidi yang diberikan benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok yang membutuhkan. Dia mengatakan subsidi energi, termasuk listrik, harus diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu.
"Nah ini tentu dua sisi, sisi pengawasan, sisi pemerintahnya juga harus terus melakukan trobosan-trobosan kebijakan," kata mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) itu.

















