Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Produksi Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target di Semester I-2026

Produksi Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target di Semester I-2026
Ilustrasi kawasan operasi migas PT PHSS. (Dok. Pertamina Hulu Indonesia)
Intinya Sih
  • PHI mencatat produksi minyak 59,3 ribu barel per hari dan gas 621 MMSCFD pada semester I-2026, masing-masing mencapai 116,1 persen dan 105,4 persen target RKAP.
  • Sejumlah proyek mencetak kemajuan, termasuk pemasangan topside Manpatu, onstream platform Sisi Nubi AOI, pengeboran NKL-1183, serta inovasi TTESP yang meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen.
  • Kinerja keselamatan mencapai 73,1 juta jam kerja selamat, nihil kecelakaan, dan TRIR 0,03; PHI menegaskan HSSE serta analisis risiko sebagai fondasi operasi berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya mencatatkan produksi minyak 59,3 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Realisasi itu sebesar 116,1 persen dan 105,4 persen dari target RKAP 2026.

Pencapaian tersebut disampaikan Direktur Utama PHI Muharram Jaya Pangurinseng dalam Town Hall Meeting pada Kamis (30/7/2026). Adapun Town Hall Meeting diawali sambutan dari Komisaris Utama Meidawati yang menekankan pentingnya menjaga kinerja produksi minyak dan gas secara berkelanjutan melalui penerapan strategi selective investment.

"Upaya-upaya yang kita lakukan mengedepankan analisis tekno-ekonomi yang berbasis keselamatan kerja atau HSSE dan manajemen risiko," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (7/8/2026).

1. Milestones PHI sepanjang semester I-2026

WhatsApp Image 2026-08-06 at 14.52.33.jpeg
Pertamina Hulu Indonesia (Dok PHI)

PHI sepanjang semester I tahun ini berhasil mencatatkan sejumlah milestone penting dari proyek-proyek utama di lingkungan perusahaan, di antaranya PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelesaikan pemasangan topside Proyek Manpatu pada akhir Mei 2026 dan keberhasilan onstream platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI pada Juni 2026.

Selain itu, PEP Sangasanga Field berhasil mengebor sumur pengembangan NKL-1183. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menerapkan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) pada awal Februari 2026 yang berhasil meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen.

Sementara itu, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mencatatkan hasil positif melalui dua sumur di Lapangan Sejadi.

2. Apresiasi pekerja dan ajak terus berinovasi

WhatsApp Image 2026-08-06 at 14.53.58.jpeg
Direktur Utama PHI Muharram Jaya Pangurinseng (Dok PHI)

Muharram menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung pencapaian kinerja positif di semester I-2026.

"Terus jaga semangat untuk menghadapi kinerja semester II-2026 demi menjaga keberlanjutan produksi migas perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia," ujarnya.

Muharram juga mengajak seluruh pekerja agar terus berinovasi dalam mengoptimalkan recovery rate dari lapangan-lapangan migas di Regional 3 Kalimantan yang sudah mature.

"Kita harus mengedepankan out of the box thinking. Mustahil kita mengharapkan hasil yang berbeda, jika kita tetap melakukan cara yang sama di lokasi yang sama pula. Dengan berusaha keras dan berdoa kepada Allah Swt. semoga ikhtiar kita senantiasa dimudahkan dalam menghadapi tantangan semester II-2026," tuturnya.

3. Keselamatan kerja jadi fondasi dukung operasi migas berkelanjutan

Identitas Pertamina Hulu Indonesia sebagai perusahaan hulu minyak dan gas dalam dokumentasi resmi PHI.
Pertamina Hulu Indonesia (Dok PHI)

Adapun kinerja keselamatan sepanjang semester I tahun ini mencapai 73,1 juta jam kerja selamat, nihil Number of Accident (NoA), serta 0,03 Total Recordable Incident Rate (TRIR).

Muharram menegaskan, sejalan dengan upaya mempertahankan kinerja positif produksi, keselamatan kerja tetap menjadi fondasi utama dalam mendukung operasi migas yang selamat, andal, patuh dan berkelanjutan. Dia mengimbau seluruh pekerja mengutamakan Health, Safety, Security, dan Environment (HSSE) dan memastikan tidak ada pekerjaan yang dimulai tanpa didahului analisis risiko.

"Lakukan tindakan preventif sebagai bagian dari upaya mencegah kegiatan operasi yang berpotensi membahayakan. Tidak ada kepentingan operasional yang begitu penting sehingga mengorbankan aspek HSSE," ucapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More