Jakarta, IDN Times - Ekonom energi Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti memperkirakan pembangunan pabrik bensin dari batu bara membutuhkan investasi awal 7,3 miliar dolar AS hingga 10 miliar dolar AS atau Rp130 triliun hingga Rp180 triliun.
Hal itu dengan asumsi pabrik berkapasitas 69 ribu barel per hari atau sekitar 4 juta kiloliter per tahun yang setara sekitar seperlima impor bensin.
"Investasi awal sekitar 7,3-10,0 miliar dolar AS (Rp130-180 triliun). Sebagai pembanding, pabrik Ningdong di Tiongkok menelan sekitar 8,6 miliar dolar AS," kata dia kepada IDN Times, Sabtu (26/9/2026).
Biaya operasi pabrik diperkirakan 1,4 miliar dolar AS hingga 1,8 miliar dolar AS atau Rp25 triliun hingga Rp32 triliun per tahun. Sekitar 900 juta dolar AS hingga 1 miliar dolar AS digunakan untuk membeli 16 juta hingga 20 juta ton batu bara.
Cicilan modal menyumbang hampir 60 persen biaya produksi berdasarkan kajian National Energy Technology Laboratory (NETL) 2014.
