Bos CT Corp Chairul Tanjung Jadi Anggota Wantimpres, Ini Profilnya

- Chairul Tanjung, pemilik CT Corp, dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Wantimpres bersama 25 tokoh lain di Istana Negara pada 2 Oktober 2026.
- CT memulai bisnis saat kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi UI dan kini memimpin CT Corp, yang membawahi Trans Corp, Bank Mega, Trans Media, serta berbagai unit usaha lain.
- Chairul pernah menjadi Menko Perekonomian dan plt menteri pada 2014; pada 2025 ia turut membahas Danantara dengan sejumlah pengusaha dan Ray Dalio.
Jakarta, IDN Times - Chairul Tanjung, pemilik CT Corp menjadi salah satu konglomerat yang dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Chairul Tanjung bersama 25 tokoh lainnya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor tentang 107/P tahun 2026, Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.
Yuk, simak profil CT, pengusaha sukses Indonesia sekaligus bos sejumlah perusahaan
1. Profil CT

Chairman CT Corp, Chairul Tanjung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta (IDN Times/Ilman Nafi'an) Chairul Tanjung atau CT lahir di Jakarta pada 16 Juni 1962. Saat ini, dia berusia 64 tahun. CT adalah pengusaha sukses yang memimpin CT Corp.
Dikutip dari situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, CT memulai bisnisnya ketika ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya.
Kini perusahaan konglomerasi miliknya CT Corp menjadi sebuah perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, Trans Media, Trans Hotels and Resorts, Trans Studios, Trans Snow World, dan sebagainya.
Dalam daftar Forbes Real Time Billionaires, CT berada di peringkat 13 orang terkaya di Indonesia, dengan kekayaan mencapai 3,9 miliar dolar AS atau setara Rp69,44 triliun.
2. Pernah jadi Menko Perekonomian

Chairman CT Corp, Chairul Tanjung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta (IDN Times/Ilman Nafi'an) CT pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 19 Mei 2014-20 Oktober 2014, di masa pemerintahan Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dia juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Kehutanan pada 1 Oktober 2014-20 Oktober 2014. Kemudian, CT juga pernah menjabat sebagai Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 11 September 2014-20 Oktober 2014.
3. CT bersama sejumlah konglomerat pernah dipanggil ke Istana pada 2025

Presiden Prabowo mengadakan pertemuan dengan Pengusaha Amerika Serikat (AS), Raymond Thomas Dalio, di Istana Merdeka (dok. Sekretariat Presiden) Sebelumnya pada Maret tahun lalu, CT bersama dengan sederet pengusaha kelas kakap dipanggil ke Istana. Para pengusaha diundang untuk membahas Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), dan sebagainya.
Nama taipan lain yang juga diundang selama dua hari berturut kala itu, di antara bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma (Aguan); bos Salim Group, Anthoni Salim; bos Sinar Mas, Franky Oesman Widjaja; bos Barito Pacific, Prajogo Pangestu; bos Artha Graha, Tomy Winata; dan bos Lippo Group, James Riady. Hadir juga bos Adaro, Garibaldi Thohir alias Boy Thohir; bos Bakrie Group, sekaligus Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie; dan bos Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
CT saat itu mengaku para taipan sempat berbincang dengan investor ternama dari Amerika Serikat (AS), Ray Dalio yang kini menjadi Chief Investment Officer dari hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates. Dalio pun sudah resmi menjadi Dewan Penasihat Danantara.
"Jadi tadi ada tamu, Ray, sharing knowledge, bagaimana membangun ekonomi yang baik di Indonesia, dilanjutkan dengan diskusi," ucap CT pada Jumat, (7/3/2025).
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















