Faktor eksternal turut memperparah tekanan setelah tensi geopolitik kembali membara akibat serangan Israel ke Lebanon serta terdengarnya suara ledakan di Teheran, Tabriz, dan Isfahan pada Senin pagi. Rentetan peristiwa itu mengikis harapan pasar akan berakhirnya perang dan pembukaan kembali jalur minyak di Selat Hormuz.
Militer Israel mengonfirmasi telah menyerang pabrik petrokimia di barat daya Iran serta beberapa target militer lainnya. Serangan tersebut tetap diluncurkan meskipun Iran sempat menembakkan rudal balasan ke target Israel pada hari Minggu.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump bersikeras kesepakatan damai tetap mungkin tercapai dan mengeklaim dirinya yang memegang kendali penuh atas keputusan tersebut, meski sebelumnya dia telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menahan diri.
"Sedangkan Iran telah menjadikan gencatan senjata dengan Lebanon sebagai syarat untuk kesepakatan damai dengan Washington," tutur Ibrahim.