Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Proyek Kilang-Storage Minyak Rusia di RI Masih Proses Finalisasi
ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/Alex Waldbrand)
  • Rusia siap membangun infrastruktur energi di Indonesia untuk memperkuat cadangan dan ketahanan energi nasional, dengan rencana yang telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
  • Kerja sama pembangunan kilang dan storage akan berlangsung jangka panjang melalui skema G2G dan B2B, sementara nilai investasinya masih dalam tahap pembahasan akhir.
  • Proyek ini berbeda dari Kilang Tuban karena memiliki skala lebih kecil dan bukan bagian dari kerja sama Pertamina-Rosneft yang menjadi proyek strategis nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 April 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Rusia siap membangun infrastruktur energi di Indonesia dan proyek kilang serta storage masih dalam proses finalisasi. Ia menjelaskan skema kerja sama jangka panjang menggunakan model G2G dan B2B, serta menegaskan proyek ini berbeda dengan Kilang Tuban.

kini

Proyek kilang dan storage minyak Rusia di Indonesia masih dalam tahap pembahasan akhir sebelum diumumkan secara resmi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Proyek pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan minyak yang melibatkan Rusia di Indonesia saat ini masih dalam tahap finalisasi pembahasan investasi dan skema kerja sama.
  • Who?
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Pemerintah Rusia, serta Presiden Prabowo Subianto terlibat dalam pembahasan rencana kerja sama energi ini.
  • Where?
    Pemaparan dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Lokasi pasti proyek kilang dan storage belum disebutkan secara rinci.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 17 April 2026. Proses finalisasi proyek masih berlangsung tanpa jadwal penyelesaian yang pasti.
  • Why?
    Rencana kerja sama ini bertujuan memperkuat cadangan energi nasional dan menjaga ketahanan energi Indonesia melalui pembangunan infrastruktur strategis.
  • How?
    Pembangunan akan dilakukan melalui skema kerja sama jangka panjang dengan pola government to government (G2G) dan business to business (B2B), menunggu finalisasi nilai investasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rusia mau bantu bikin tempat minyak di Indonesia. Pak Bahlil bilang ini buat jaga energi supaya cukup. Mereka lagi ngobrol sama Presiden Prabowo juga. Sekarang masih dibahas angka dan rencana kerjanya, belum selesai semua. Katanya beda dengan proyek besar di Tuban, yang ini lebih kecil tapi tetap penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Proses finalisasi proyek kilang dan storage minyak antara Indonesia dan Rusia menunjukkan langkah konkret menuju penguatan ketahanan energi nasional. Dengan skema kerja sama jangka panjang yang mencakup hubungan antarpemerintah dan antarbisnis, pembahasan yang hampir rampung ini mencerminkan keseriusan kedua pihak dalam membangun infrastruktur strategis yang mendukung stabilitas pasokan energi di masa mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Rusia telah menyatakan kesiapannya untuk membangun sejumlah infrastruktur energi di tanah air.

Bahlil memaparkan hal tersebut sebagai upaya memperkuat cadangan dan menjaga ketahanan energi nasional Indonesia. Rencana tersebut juga telah disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto.

"Ada beberapa investasi mereka yang sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada satu-dua putaran lagi dengan kami khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (17/4/2026).

1. Skema kerja sama yang disiapkan

ilustrasi kilang minyak (pexels.com/ Erik Mclean)

Mengenai mekanisme pembangunan fasilitas penyimpanan (storage), Bahlil menjelaskan kerja sama tersebut akan berjalan dalam jangka waktu yang panjang.

Skema yang digunakan melibatkan hubungan antarpemerintah (government to government/G2G) maupun antarbisnis (business to business/B2B). Urusan pembangunan storage menjadi bagian dari kesepakatan yang telah dilakukan sebelumnya.

"Jadi karena waktu kerja sama jangka panjang jadi kita melakukan baik G2G maupun B2B ya. Menyangkut dengan storage merupakan bagian daripada kesepakatan yang kemarin kita lakukan," paparnya.

2. Nilai investasi masih dibahas

ilustrasi membicarakan bisnis dengan investor (freepik.com/freepik)

Terkait nilai investasi untuk pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan tersebut, Bahlil menyebutkan pembahasan mengenai angka-angkanya sudah hampir rampung.

Namun, ketika ditanya mengenai target waktu penyelesaian finalisasinya, dia meminta diberikan waktu terlebih dahulu untuk menyelesaikan proses pembahasan tersebut hingga benar-benar tuntas.

"Tapi kalau untuk investasi kilang dan storage itu masih dalam pembahasan angka sedikit lagi selesai," ujar Bahlil.

3. Berbeda dengan proyek Kilang Tuban

Lokasi akan dibangunnya kilang minyak Tuban. IDN Times/Imron

Saat dikonfirmasi mengenai lokasi dan apakah proyek tersebut berkaitan dengan Kilang Tuban, Bahlil menjelaskan bahwa proyek infrastruktur dari Rusia tersebut berbeda dengan yang ada di Tuban.

Kilang Tuban sendiri merupakan proyek strategis nasional hasil kerja sama patungan (joint venture) antara PT Pertamina dan perusahaan minyak asal Rusia, Rosneft.

Bahlil memaparkan Kilang Tuban menghasilkan banyak produk dan memiliki skala yang sangat besar, sedangkan proyek yang sedang dibahas saat ini diproyeksikan memiliki skala yang tidak sebesar Kilang Tuban.

"Ya kalau di Tuban itu kan banyak produk yang dihasilkan dan skalanya kan skala besar. Tapi kalau yang ini mungkin dalam skala yang tidak sebesar di Tuban," kata dia.

Editorial Team