Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pupuk Indonesia Awasi Distribusi Pupuk Subsidi Lewat Command Center

Pupuk Indonesia Awasi Distribusi Pupuk Subsidi Lewat Command Center
PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat pengawasan distribusi pupuk subsidi melalui pengoperasian Command Center. (IDN Times/Triyan).
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat pengawasan distribusi pupuk subsidi melalui pengoperasian Command Center yang mampu memantau penyaluran pupuk secara real time mulai dari pabrik hingga ke tangan petani.

Sistem digital ini diklaim mampu mempercepat respons terhadap lonjakan kebutuhan pupuk sekaligus memitigasi potensi kelangkaan di berbagai daerah.

1. Command Center untuk pantau percepatan distribusi pupuk

IMG-20260521-WA0033.jpg
PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat pengawasan distribusi pupuk subsidi melalui pengoperasian Command Center. (IDN Times/Triyan).

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira mengatakan, Command Center menjadi bagian penting dalam transformasi digital distribusi pupuk nasional agar penyaluran lebih cepat dan tepat sasaran.

“Distribusi pupuk adalah bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Melalui Command Center, Pupuk Indonesia membangun sistem distribusi yang terintegrasi, mulai dari produksi, pemantauan stok, hingga pengawasan penyaluran agar pupuk diterima petani lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Yehezkiel dalam acara PI Insight di Graha Phonska, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2026).

2. Penyaluran pupuk subsidi mencapai 3,74 juta ton

IMG-20260521-WA0034.jpg
PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat pengawasan distribusi pupuk subsidi melalui pengoperasian Command Center. (IDN Times/Triyan).

Di sisi lain, Yehezkiel mencatat penyaluran pupuk subsidi mencapai 3,74 juta ton hingga 19 Mei 2026. Realisasi tersebut setara hampir sepertiga dari total alokasi pupuk subsidi tahun ini yang ditetapkan pemerintah sebesar 9,84 juta ton.

Pupuk Indonesia optimistis penyaluran pupuk subsidi hingga akhir tahun dapat memenuhi target penugasan pemerintah seiring membaiknya tata kelola distribusi dan kemudahan penebusan bagi petani.

“Pada tahun 2026 ini kami ditugaskan pemerintah menyalurkan pupuk subsidi sebesar 9,84 juta ton. Sampai kemarin sudah tersalurkan kurang lebih 3,74 juta ton atau hampir sepertiga dari total alokasi,” ujarnya.

2. Penyaluran pupuk semakin mudah dan tepat sasaran

Pupuk bersubsidi. (Dok. Petrokimia Gresik).
Pupuk bersubsidi. (Dok. Petrokimia Gresik).

Ia menjelaskan adanya implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 dan Perpres Nomor 113 Tahun 2025 mulai memberikan dampak positif terhadap distribusi pupuk subsidi. Salah satunya terlihat dari peningkatan realisasi penebusan pupuk oleh petani.

Hingga Mei 2026, penyaluran pupuk subsidi tercatat meningkat sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut perusahaan, kenaikan tersebut didorong penyederhanaan mekanisme penebusan pupu penebusan pupuk subsidi yang kini lebih mudah diakses petani.

“Implementasi Perpres 113 tidak hanya mengubah tata kelola distribusi, tetapi juga mempermudah proses penebusan pupuk subsidi oleh petani,” ujarnya.

3. Ada 2,5 juta transaksi penebusan pupuk melalui aplikasi iPubers

IMG-20260521-WA0034.jpg
PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat pengawasan distribusi pupuk subsidi melalui pengoperasian Command Center. (IDN Times/Triyan).

Senior Vice President Distribusi Pupuk Indonesia, Veronika Trisna Sukmawati menjelaskan, Command Center mengintegrasikan seluruh sistem digital distribusi dalam satu dashboard monitoring. Sistem ini juga mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang menempatkan Pupuk Indonesia sebagai penanggung jawab utama penyaluran pupuk hingga tingkat Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

Menurut Veronika, sistem tersebut memungkinkan perusahaan memantau produktivitas pabrik, posisi stok, hingga pergerakan kapal dan truk distribusi berbasis GPS secara langsung. Dengan begitu, potensi hambatan distribusi maupun penyimpangan dapat dideteksi lebih cepat.

Selain itu, perusahaan juga mengandalkan Distribution Planning and Control System (DPCS) yang dilengkapi indikator warna sebagai early warning system untuk mendeteksi potensi kekurangan pasokan di suatu wilayah.

“Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami dapat segera melakukan penyesuaian pasokan pupuk agar distribusi tetap berjalan lancar dan kebutuhan petani selalu terpenuhi,” kata Veronika.

Hingga 19 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,17 juta ton yang terdiri dari berbagai jenis pupuk. Perseroan memastikan ketersediaan stok tetap aman melalui pemantauan terintegrasi dari proses produksi hingga distribusi.

Tak hanya itu, pengawasan distribusi juga diperkuat lewat aplikasi iPubers yang digunakan petani untuk menebus pupuk subsidi hanya dengan menggunakan KTP. Senior Vice President Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia, Yetty Endarwati mengatakan, aplikasi tersebut kini menjadi sumber data utama dalam pemantauan distribusi pupuk subsidi secara real time.

Saat ini, rata-rata 2,5 juta transaksi penebusan pupuk subsidi dimonitor setiap bulan melalui integrasi iPubers dengan Command Center. Data transaksi mencakup identitas penerima, jumlah pupuk, waktu transaksi, hingga lokasi penebusan sehingga distribusi dapat ditelusuri secara lebih akuntabel.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More

Harga Emas Antam Melesat Pagi Ini, Tembus Rp2,8 Juta!

21 Mei 2026, 09:13 WIBBusiness