PYFA Resmikan Fasilitas Baru, Kapasitas Produksi Obat Steril Melonjak

- PT Pyridam Farma melalui Ethica Industri Farmasi meresmikan fasilitas produksi Injeksi Steril Lini 3 di Cikarang, meningkatkan kapasitas hingga tiga kali lipat dari lini sebelumnya.
- Fasilitas baru berstandar CPOB, EU GMP, dan TGA Australia ini memperkuat kemampuan industri farmasi nasional memproduksi obat injeksi steril global serta mengurangi ketergantungan impor.
- Pemerintah dan BPOM mendukung ekspansi PYFA dengan kebijakan stabilisasi pasokan obat nasional, memastikan ketahanan bahan baku serta mendorong kemandirian farmasi Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melalui anak usahanya, PT Ethica Industri Farmasi, memperkuat kapasitas manufaktur obat steril nasional dengan meresmikan fasilitas produksi Injeksi Steril Lini 3 dan gudang (warehouse) baru di Cikarang. Kehadiran fasilitas tersebut diklaim mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat dibandingkan lini produksi sebelumnya.
Direktur Pyridam Farma, Lee Yan Gwan, mengatakan pembangunan Lini 3 yang dimulai pada 2024 dan rampung dalam waktu sekitar 1,5 tahun merupakan langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan obat injeksi steril di dalam negeri, terutama dari sektor rumah sakit dan program kesehatan pemerintah.
"Fasilitas baru ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat dibandingkan Lini 1 dan Lini 2, dengan mengacu pada standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), European Union Good Manufacturing Practices (EU GMP), serta standar Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia," ujar Lee dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).
1. Volume produksi jadi lebih besar

Peresmian fasilitas yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026) tersebut dihadiri sejumlah pejabat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), serta jajaran direksi PYFA.
Menurut Lee, keunggulan utama Lini 3 terletak pada kapasitas dan skalabilitas produksinya yang lebih besar. Dengan tambahan fasilitas tersebut, perseroan dapat memenuhi kebutuhan jangka panjang dari mitra Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO).
Selain itu, PYFA juga dapat mengantisipasi peningkatan kebutuhan obat steril yang didorong oleh semakin matangnya ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Saat ini, sekitar 97% produksi Ethica berupa obat injeksi steril generik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, dengan mayoritas penyerapan berasal dari ekosistem BPJS Kesehatan.
"Kehadiran Lini 3 memberikan volume produksi yang jauh lebih besar, sehingga memungkinkan kami menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memenuhi lebih banyak permintaan dari mitra CDMO," kata Lee.
2. Industri farmasi nasional bisa produksi produk injeksi steril standar global

Ia menambahkan, peresmian fasilitas tersebut menjadi bukti bahwa industri farmasi nasional mampu memproduksi produk injeksi steril berstandar global secara mandiri. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor produk farmasi.
Untuk memperkuat kapasitas produksi, PYFA juga tengah mengembangkan Lini 4 dan Lini 5. Pembangunan kedua fasilitas tersebut saat ini sedang berjalan dan dirancang untuk mendukung pengembangan portofolio produk baru, terutama pada jenis produk farmasi tertentu.
3.

Menurut Lee, seluruh langkah ekspansi dan investasi akan dilakukan secara hati-hati dengan tetap mematuhi ketentuan regulator guna menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Ekspansi kapasitas produksi injeksi steril ini diharapkan dapat memperkuat posisi PYFA sebagai salah satu produsen obat steril nasional sekaligus mendukung agenda kemandirian farmasi Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dalam negeri.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan langkah konkret Pemerintah dalam menjaga stabilitas rantai pasok dan ketahanan industri farmasi nasional di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian geopolitik global. Ketersediaan Bahan Baku Obat (BBO) nasional saat ini dipastikan aman untuk cakupan 6 hingga 12 bulan ke depan.
Sebagai mitigasi jangka menengah, pemerintah dan industri secara aktif mendiversifikasi rantai pasok ke negaranegara alternatif yang tidak terdampak langsung oleh ketegangan geopolitik saat ini. Badan POM telah menerbitkan tiga keputusan resmi beserta sejumlah surat edaran yang secara khusus dirancang untuk mendukung ketahanan pasokan obat nasional, termasuk relaksasi regulasi yang terukur, kemudahan fasilitas perizinan, serta penguatan jejaring distribusi farmasi.
"Yang penting bahwa Ethica Farma ini merupakan salah satu industri nasional kita yang membanggakan. Kenapa membanggakan? Karena operasionalnya sudah sejak 1946, berarti sudah 79 tahun. Dan yang kedua, dia banyak fokus untuk memproduksi obat-obat generik yang otomatis banyak membantu rakyat kita, yang umumnya dipakai oleh BPJS. Jadi, kita memberikan dukungan dalam konteks ekspansi masa depan, di mana kita berharap Ethica Farma Indonesia ini bisa semakin mendunia, semakin mengglobal. Sehingga dengan demikian maka kemandirian obat nasional kita bisa tercapai." ucapnya.

















![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)