Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PYFA Tancap Gas, Penjualan Melonjak ke Rp2,76 Triliun

PYFA Tancap Gas, Penjualan Melonjak ke Rp2,76 Triliun
PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA).
Intinya Sih
  • PYFA mencatat lonjakan penjualan bersih 43,7 persen menjadi Rp2,76 triliun pada 2025, didukung peningkatan EBITDA dan laba bruto yang menandakan skala bisnis makin besar.
  • Pertumbuhan ditopang ekspansi lini CDMO yang memperkuat posisi PYFA sebagai mitra manufaktur tepercaya bagi perusahaan farmasi domestik dan global.
  • Tahun ini PYFA fokus pada efisiensi operasional serta investasi strategis seperti fasilitas di Australia dan Cikarang, menuju tiga pilar pertumbuhan berkelanjutan hingga 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) mencatat pertumbuhan penjualan bersih yang signifikan pada tahun buku 2025, mencapai Rp2,76 triliun atau naik 43,7 persen dibandingkan Rp1,92 triliun pada 2024.

Mengutip laporan keuangan konsolidasi Perseroan, PYFA juga menunjukkan perbaikan pada level operasional dengan EBITDA sebesar Rp203,7 miliar dan laba bruto Rp583 miliar.

"Peningkatan ini mencerminkan skala bisnis yang lebih besar dan kontribusi dari lini usaha dengan margin lebih baik," ungkap Direktur PYFA, Sinta Ningsih dalam keterabgannya.

1. Alasan pertumbuhan penjualan

WhatsApp Image 2026-04-06 at 11.54.22 (1).jpeg
PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA)

Ia menjelaskan pertumbuhan penjualan bersih PYFA ditopang oleh ekspansi pada lini Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO), yang kini menjadi salah satu pilar strategis Perseroan.

Permintaan yang meningkat dari perusahaan farmasi domestik maupun global semakin memperkuat posisi PYFA sebagai mitra manufaktur yang terpercaya dan terintegrasi.

2. Strategi di tahun ini optimalisasi profit

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Meski masih tumbuh positif, Sinta Ningsih tak menapik pada tahun lalu dilalui dengan berbagai tantangan.

Adapun fokus utama tahun ini adalah optimalisasi profitabilitas melalui efisiensi operasional yang lebih ketat dan terukur, agar perusahaan beroperasi lebih lean dan disiplin.

Meski mengalami pertumbuhan, Perseroan masih mencatatkan rugi bersih akibat tingginya beban operasional dan investasi strategis.

"Fase ini dianggap bagian dari upaya membangun kapabilitas jangka panjang dan memperluas posisi PYFA dalam ekosistem kesehatan," tegasnya.

3. strategi pertumbuhan PYFA akan fokus pada tiga pilar

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Adapun beberapa investasi strategis tahun lalu termasuk konsolidasi fasilitas Probiotec di Kemps Creek, New South Wales, Australia, dan pembangunan fasilitas Line 3 di Cikarang, yang rampung pada akhir 2025. Fasilitas di Kemps Creek telah beroperasi penuh, sedangkan Line 3 di Cikarang, dengan kapasitas dua kali lipat dibanding Line 2, siap beroperasi secara komersial tahun ini.

"Untuk 2026, strategi pertumbuhan PYFA akan fokus pada tiga pilar: ekspansi fasilitas produksi steril di Cikarang (Line 4 dan 5), penguatan layanan CDMO, dan portofolio produk terapeutik bernilai tinggi serta berlisensi. Langkah ini didukung aksi korporasi selektif yang memperkuat posisi PYFA sebagai perusahaan dengan ekosistem kesehatan lengkap dari hulu ke hilir," tegasnya.

Dengan kapabilitas manufaktur yang kuat, kemitraan global, dan strategi ekspansi terukur, PYFA menargetkan peran lebih signifikan dalam rantai nilai industri kesehatan, baik di pasar domestik maupun internasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Business

See More