Raksasa Pertanian Dunia: China Unggul, Indonesia Tembus 5 Besar!

- Nilai produksi pertanian global pada 2024 mencapai sekitar 5,2 triliun dolar AS, menegaskan sektor ini tetap besar di tengah pertumbuhan teknologi dan jasa.
- China memimpin dengan produksi pertanian 1,9 triliun dolar AS atau 35,6% global, melampaui gabungan nilai India, Amerika Serikat, dan Brasil.
- Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan 145 miliar dolar AS, setara 2,8% produksi global, serta unggul atas sejumlah negara Asia Tenggara dan Eropa.
Pertanian masih menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia meski perkembangan teknologi membuat banyak negara semakin bergantung pada industri dan jasa. Pada 2024, nilai produksi pertanian global mencapai sekitar 5,2 triliun dolar AS atau setara kurang lebih Rp82.160 triliun, angka yang menunjukkan betapa besarnya peran sektor ini dalam perekonomian dunia.
Menariknya, China menjadi negara dengan nilai produksi pertanian terbesar, bahkan nilainya lebih tinggi dibandingkan tiga negara setelahnya jika digabungkan.
Kabar baiknya, Indonesia juga punya posisi yang cukup mengesankan karena berhasil masuk lima besar negara dengan produksi pertanian terbesar di dunia. Lalu, negara mana saja yang menjadi raksasa pertanian dunia dan bagaimana posisi Indonesia di tengah persaingan tersebut?
1. China jadi raksasa pertanian dunia

ilustrasi China, sawah, pertanian, padi (pexels.com/zhiqi su) China berada jauh di posisi teratas dengan nilai produksi pertanian mencapai sekitar 1,9 triliun dolar AS atau sekitar Rp30.400 triliun pada 2024. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), angka tersebut setara dengan sekitar 35,6 persen dari total produksi pertanian dunia yang mencapai 5,2 triliun dolar AS. Artinya, lebih dari sepertiga nilai produksi pertanian global berasal dari satu negara saja.
Skala produksi China bahkan terlihat semakin besar jika dibandingkan dengan negara-negara di bawahnya. Nilai produksi pertanian China lebih besar dibandingkan India, Amerika Serikat, dan Brasil jika ketiganya digabungkan, dengan total sekitar 1,23 triliun dolar AS atau setara kurang lebih Rp19.680 triliun.
Besarnya produksi ini juga berkaitan dengan kebutuhan domestik China yang sangat besar karena negara tersebut harus menopang sistem pangan untuk populasi yang sangat banyak. Jadi, kekuatan pertanian China bukan cuma soal ekspor, tapi juga memenuhi kebutuhan pasar dalam negerinya.
2. India dan AS jadi pesaing terdekat

ilustrasi bendera Amerika Serikat, pertanian (pexels.com/Mark Stebnicki) Setelah China, India menempati posisi kedua dengan nilai produksi pertanian sekitar 573 miliar dolar AS atau sekitar Rp9.168 triliun pada 2024. Angka tersebut memberikan kontribusi sekitar 10,9 persen terhadap total produksi pertanian global.
Posisi India cukup masuk akal jika melihat besarnya kebutuhan pangan domestik dan luasnya aktivitas pertanian di negara tersebut. Bersama China, India juga menjadi salah satu negara yang mengandalkan sistem pangan domestik dalam skala sangat besar.
Amerika Serikat berada di posisi ketiga dengan nilai produksi sekitar 451 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.216 triliun (8,6 persen dari total global). Berbeda dengan China dan India yang sangat dipengaruhi kebutuhan pasar domestik, AS dikenal mampu menggabungkan teknologi pertanian dengan produktivitas tanaman yang tinggi.
Setelah AS, Brasil berada di posisi keempat dengan nilai produksi sekitar 204 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.264 triliun. Brasil juga memiliki keunggulan pada sektor agribisnis yang berorientasi ekspor sehingga produk pertaniannya punya daya saing kuat di pasar internasional.
3. Indonesia berhasil tembus lima besar

ilustrasi Indonesia, sawah, pertanian, padi (pexels.com/Irgi Nur Fadil) Indonesia menjadi salah satu kejutan menarik dalam daftar ini karena berada di posisi kelima dunia. Nilai produksi pertanian Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 145 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.320 triliun, setara dengan 2,8 persen dari total produksi pertanian global. Posisi tersebut membuat Indonesia berada di atas negara seperti Türkiye, Rusia, Jepang, Prancis, dan Meksiko.
Jadi, kalau selama ini kamu melihat Indonesia hanya sebagai negara dengan sektor pertanian yang besar di kawasan Asia Tenggara, ternyata skalanya jauh lebih besar jika dibandingkan secara global, lho. Posisi Indonesia juga menunjukkan bahwa sektor pertanian masih punya kontribusi ekonomi yang sangat besar. Dengan nilai 145 miliar dolar AS, produksi pertanian Indonesia bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Malaysia yang berada di posisi ke-29 dengan sekitar 29 miliar dolar AS atau sekitar Rp464 triliun.
Indonesia juga unggul cukup jauh dari Thailand yang berada di posisi ke-19 dengan 48 miliar dolar AS atau sekitar Rp768 triliun dan Vietnam di posisi ke-16 dengan 56 miliar dolar AS atau sekitar Rp896 triliun. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki basis produksi pertanian yang sangat kuat di kawasan Asia Tenggara.
4. Eropa punya kekuatan dari produk bernilai tinggi

ilustrasi Italia, vineyard, petani anggur, pertanian, wine (unsplash.com/Andrea Cairone) Kalau melihat daftar secara regional, Eropa gak memiliki satu negara yang mendominasi sebesar China di Asia. Rusia menjadi negara dengan produksi pertanian terbesar di kawasan Eropa dengan nilai sekitar 87 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.392 triliun pada 2024.
Rusia memiliki kekuatan terutama dari sektor biji-bijian dan menjadi salah satu pemasok penting komoditas seperti gandum, barley, serta minyak bunga matahari. Posisi tersebut membuat Rusia tetap menjadi pemain penting dalam rantai pasok pangan global.
Sementara itu, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol menunjukkan karakter pertanian Eropa yang agak berbeda. Prancis mencatat sekitar 82 miliar dolar AS atau Rp1.312 triliun, Jerman sekitar 60 miliar dolar AS atau Rp960 triliun, Italia sekitar 56 miliar dolar AS atau Rp896 triliun, dan Spanyol sekitar 64 miliar dolar AS atau Rp1.024 triliun.
Negara-negara tersebut banyak memiliki kekuatan pada produk pertanian bernilai tinggi seperti anggur, produk susu, dan minyak zaitun. Jadi, persaingan pertanian dunia ternyata bukan cuma soal siapa yang menghasilkan komoditas paling banyak. Ada juga negara yang membangun keunggulan melalui produk bernilai tinggi serta industri pengolahan makanan dan minuman.
5. Pertanian tetap jadi sektor penting dunia

ilustrasi Rusia, pertanian (pexels.com/Rockwell branding agency) Secara keseluruhan, produksi pertanian global mencapai 5,2 triliun dolar AS atau sekitar Rp83.200 triliun pada 2024. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pertanian masih menjadi salah satu industri terbesar di dunia, meski perekonomian global terus bergerak menuju sektor teknologi dan jasa.
Pertanian juga berkaitan erat dengan rantai pasok makanan, perdagangan internasional, serta kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan. Karena itu, perubahan yang terjadi di sektor pertanian bisa memberikan dampak jauh lebih luas daripada sekadar urusan harga hasil panen.
Skala sektor ini juga terlihat dari penggunaan lahan untuk aktivitas pertanian yang mencakup sekitar 50 persen dari lahan layak huni di dunia. Buat kamu yang melihat pertanian sebagai sektor tradisional, angka tersebut menunjukkan bahwa perannya sebenarnya sangat besar dalam kehidupan modern.
China memang masih menjadi raksasa dengan jarak yang cukup jauh, tapi posisi Indonesia di peringkat kelima membuktikan bahwa Indonesia punya basis pertanian yang gak bisa dianggap remeh. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kekuatan produksi tersebut bisa terus ditingkatkan sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
China jelas masih menjadi penguasa ekonomi pertanian dunia dengan nilai produksi yang mencapai 1,9 triliun dolar ASvatau sekitar Rp30.400 triliun pada 2024. Di belakangnya ada India, Amerika Serikat, dan Brasil yang sama-sama memiliki skala produksi sangat besar.
Sementara itu, Indonesia berhasil mencuri perhatian dengan menempati posisi kelima dan menyumbang sekitar 145 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.320 triliun terhadap produksi pertanian global. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia punya potensi besar dan masih menjadi salah satu kekuatan penting dalam perekonomian dunia.









![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu akan Mencapai Financial Freedom](https://image.idntimes.com/post/20250809/pexels-pavel-danilyuk-7654621_fcdf0e58-11fe-4e36-b4ca-ee76f6e09991.jpg)












