Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RDMP Balikpapan Produksi BBM Euro 5, Indonesia Bisa Setara Negara Maju
Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) (IDN Times/Fauzan)

Intinya sih...

  • Pemerintah harus sediakan BBM ramah lingkungan untuk masyarakat

  • Prabowo diharapkan serius wujudkan RDMP untuk ketahanan energi nasional

  • RDMP Balikpapan bentuk keseriusan Pertamina dukung Net Zero Emission

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) disebut-sebut bakal mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) setara Euro 5.

Sebagai informasi, standar Euro 5 dapat diartikan bahwa BBM telah sesuai standar emisi Euro 5 dari Eropa dengan kandungan sulfur sangat rendah dan menghasilkan emisi gas buang kendaraan yang jauh lebih bersih. BBM setara Euro 5 juga memiliki batas nitrogen oksida (NOx) dan partikel berbahaya (PM) yang lebih ketat sehingga lebih ramah lingkungan dan bisa mendukung kendaraan diesel modern.

Pengamat otomotif, Bebin Djuana melihat hadirnya RDMP Balikpapan yang mampu memproduksi BBM setara Euro 5 sejalan dengan keinginan Indonesia yang berkomitmen untuk menjaga iklim global, termasuk mengurangi polusi udara (emisi Gas Rumah Kaca/GRK), dengan target awal penurunan emisi 29 persen (sendiri) hingga 41 persen (bantuan internasional) pada 2030.

”Mata dunia bisa melihat bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi BBM setara standar Euro 5 sebagaimana Malaysia dan negara-negara maju lainnya,” ujar Bebin, dikutip Senin (19/1/2026).

1. Pemerintah sudah semestinya sediakan BBM ramah lingkungan buat masyarakat

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Dengan begitu, sambung Bebin, industri otomotif tak lagi dijadikan kambing hitam sebagai salah satu penyumbang polusi udara terbesar di Tanah Air.

”Euro 5 itu membuat mesin jadi bersih dan kualitas udara jadi lebih baik," katanya

Bebin lantas mencontohkan taksi di Jerman yang berbahan bakar diesel Euro 5 dengan kondisi masih bersih mesinnya meski sudah berjalan sejauh 400 ribu kilometer (km).

”Sudah semestinya pemerintah Indonesia menyediakan bahan bakar ramah lingkungan untuk masyarakatnya,” ujar Bebin sambil berharap agar kilang-kilang Pertamina lainnya juga ikut menyusul memproduksi BBM Euro 5.

2. Prabowo diharapkan serius wujudkan RDMP

Peresmian proyek RDMP kilang Pertamina di Balikpapan Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (IDN Times/SG Wibisono)

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin mengatakan, sebenarnya Pertamina sudah bisa mengembangkan, memodernisasi, dan meningkatkan kapasitas kilang minyak di Indonesia (RDMP) sejak 2019.

”RDMP itu sudah sejak 2012 pembahasannya. Bahkan semestinya penggunaan BBM setara Euro 4 sudah terjadi sejak 2014, tapi mundur menjadi 2016,” kata Ahmad.

Ahmad mengakui, lembaganya terus mendorong peralihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersih. Salah satunya dengan menghentikan penjualan Premium dan Solar bahkan Pertalite untuk digantikan dengan BBM berkualitas lebih baik.

Oleh karena itu, dia berharap Presiden Prabowo Subianto bisa mewujudkan tak saja ketahanan energi nasional, tetapi juga yang tak kalah penting adalah memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro 5, yang lebih bersih dan rendah emisi.

”Semoga presiden serius dalam mewujudkan RDMP selama 3 tahun ke depan,” kata Ahmad.

Ahmad menambahkan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan udara yang bersih bagi rakyatnya sesuai dengan UUD 45 pasal 28H tentang kualitas udara baik. Selain itu, pemerintah wajib menyusun kebijakan nasional dan daerah terkait perlindungan lingkungan, termasuk udara bersih dengan mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

”Sesuai amanah UU 32/2009,” ujarnya.

3. RDMP bentuk keseriusan Pertamina dukung Net Zero Emission

Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (12/1/2026).

Dari sisi lingkungan, pengoperasian kilang ini merupakan langkah konkret Pertamina dalam mendukung komitmen pemerintah menuju Net Zero Emission. BBM standar Euro 5 mampu mereduksi emisi Nitrogen Oksida (NOx) dan partikulat padat secara signifikan, yang selama ini menjadi penyebab utama polusi udara di kawasan urban.

Investasi pada teknologi kilang ramah lingkungan ini memastikan bahwa setiap liter bahan bakar yang diproduksi tidak hanya bertenaga, tetapi juga meninggalkan jejak karbon lebih kecil. Langkah ini memposisikan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dalam hal standar kualitas bahan bakar dan perlindungan atmosfer.

Selain manfaat teknis dan ekologis, optimalisasi kilang di Kalimantan ini turut memperkuat kedaulatan energi nasional. Dengan memproduksi BBM kualitas tinggi di dalam negeri, Pertamina berhasil mengurangi ketergantungan pada produk impor, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi tenaga ahli lokal di Kalimantan.

Editorial Team