Vietnam Makin Maju, Bakal Gandeng SpaceX untuk Luncurkan Satelit

- VinSpace meneken kontrak dengan SpaceX untuk meluncurkan satelit melalui misi berbagi muatan Transporter pada 2027, guna menekan biaya dan menguji teknologi di orbit.
- Anak usaha Vingroup ini menargetkan layanan ruang angkasa terintegrasi, dari riset hingga operasi orbit, dengan modal awal 300 miliar dong sejak berdiri pada November 2025.
- Kemitraan tersebut memperkuat ekspansi Vingroup ke teknologi tinggi dan industri antariksa Vietnam, meski nilai kontrak, spesifikasi, serta jumlah satelit belum diungkap.
Jakarta, IDN Times – Perusahaan kedirgantaraan asal Vietnam, VinSpace, meneken kontrak peluncuran satelit bersama SpaceX melalui misi berbagi muatan Transporter pada 2027. Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan pada Selasa (11/8/2026), skema tersebut memungkinkan sejumlah pelanggan menggunakan roket yang sama untuk menekan biaya peluncuran.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah anak usaha konglomerat Vingroup dalam mematangkan operasional teknologi satelitnya di luar angkasa.
"Akses yang andal ke luar angkasa sangat penting untuk mengubah inovasi satelit menjadi misi operasional," kata CEO VinSpace, Thu Vu, dikutip ABC News.
1. VinSpace menyiapkan layanan ruang angkasa terintegrasi

ilustrasi perusahaan SpaceX (pexels.com/SpaceX) VinSpace menargetkan pengelolaan seluruh rantai nilai ruang angkasa, mencakup riset, desain, manufaktur, perakitan, integrasi, pengujian, manajemen peluncuran, hingga layanan data dan operasi di orbit. Misi perdana pada 2027 dirancang untuk menguji teknologi di orbit, meningkatkan kemampuan satelit, membuka kolaborasi internasional, serta mendukung aplikasi komersial pada masa mendatang.
Perusahaan penyedia layanan kedirgantaraan penuh itu berdiri pada November 2025 dengan modal awal 300 miliar dong (setara Rp204,8 miliar). Pendiri Vingroup, Pham Nhat Vuong, menjadi pemegang saham mayoritas VinSpace yang berbasis di Vietnam, melansir CNA.
2. Vingroup memperluas bisnis ke sektor teknologi tinggi

Bendera Vietnam (pexels.com/Hugo Heimendinger) Ekspansi VinSpace merupakan bagian dari strategi Vingroup, grup swasta terbesar di Vietnam yang sebelumnya menjalankan bisnis properti, ritel, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata. Induk usaha tersebut kini memperluas cakupan ke teknologi tinggi, termasuk kendaraan listrik, kecerdasan buatan, robotika, dan ruang angkasa untuk mendukung ambisi Vietnam menjadi kekuatan ekonomi utama di Asia.
Perluasan tersebut juga berkaitan dengan target Vietnam menjadi kekuatan ruang angkasa tingkat menengah di Asia Tenggara pada 2030. Vietnam sebelumnya meluncurkan satelit telekomunikasi pertama pada 2008 dan satelit berikutnya pada 2012, serta meresmikan pusat sains dan teknologi ruang angkasa di Taman Teknologi Tinggi Hoa Lac, Hanoi.
3. VinSpace memperluas kerja sama industri antariksa

ilustrasi pemandangan Bumi dari luar angkasa (pexels.com/SpaceX) Kerja sama VinSpace dengan perusahaan antariksa milik Elon Musk memperluas penetrasi industri luar angkasa global di Vietnam. Pemerintah Vietnam telah memberikan izin kepada SpaceX untuk menyediakan layanan internet satelit Starlink, yang sudah mulai menerima pesanan di negara tersebut. Sejumlah analis menilai izin layanan Starlink ini sebagai langkah strategis Vietnam untuk menghindari tarif impor dari Amerika Serikat.
VinSpace belum mengungkap nilai kontrak, spesifikasi, maupun jumlah satelit yang akan diluncurkan pada 2027. Nilai kerja sama yang dirahasiakan tersebut tidak mengubah posisi kemitraan ini sebagai pijakan awal VinSpace dalam menyediakan layanan berbasis data ruang angkasa secara komersial.





















