Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.323 Sore Ini

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (12/1/2022).
Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 19 poin ke level Rp14.323 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.304 per dolar.
Sebelumnya pada Selasa, rupiah melemah 5 poin ke level Rp14.304 per dolar AS dari level Rp14.299 per dolar di penutupan sebelumnya.
1. Faktor pelemahan rupiah

Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah melemah karena dolar menguat akibat investor mengalihkan fokus mereka ke data inflasi AS untuk petunjuk kenaikan suku bunga. Ini terjadi setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menetapkan nada yang kurang hawkish dan menegaskan kembali bahwa bank sentral akan mengatasi inflasi.
“Pada sidang Komite Perbankan Senat untuk masa jabatan kedua sebagai ketua Fed, Powell mengatakan The Fed dapat membutuhkan beberapa bulan untuk memutuskan penurunan neraca 9 triliun dolar AS, menambahkan itu juga akan memastikan bahwa inflasi yang tinggi tidak menjadi “berurat”,” jelas Ibrahim.
2. Investor fokus ke kenaikan suku bunga

Selain pengumuman The Fed, Ibrahim menyebut bahwa pergerakan mata uang juga dipengaruhi pergerakan imbal hasil benchmark 10-tahun Treasury AS karena investor telah melihat kenaikan suku bunga sebagai dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Imbal hasil mencapai 1,808 persen pada hari Senin, tertinggi sejak 21 Januari 2020,” kata Ibrahim.
3. Faktor internal penguatan rupiah

Ibrahim lebih lanjut menyebut bahwa munculnya informasi negatif tentang varian Omicron di dalam negeri yang terus mengalami peningkatan menekan nilai rupiah. Pemerintah memprediksi puncak kasus Omicron di Indonesia terjadi awal Februari mendatang.
“Kasus omicron di Jakarta diperkirakan bisa capai 21 ribu dalam satu hari,” kata Ibrahim.
“Sedangkan untuk perkiraan kasus Omicron di Indonesia, kemungkinan bisa mencapai 60 ribu kasus tambahan dalam satu hari. Puncak Omicron di bulan Februari itu diprediksi terjadi pada minggu pertama atau kedua nanti. Setelah mencapai masa kritis maka akan kembali normal dalam kurung waktu 2 minggu kedepannya,” tambah Ibrahim.
Untuk perdagangan besok, Ibrahim menyebut mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp14.300-Rp14.350.


















