Riwayat Harga BBM di Indonesia dari Masa ke Masa, Naik Turun!

- Harga BBM di Indonesia terus berfluktuasi sejak era Soekarno hingga Prabowo, dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi global.
- Setiap presiden memiliki kebijakan berbeda: Soekarno menghadapi hiperinflasi, SBY mencatat kenaikan tertinggi akibat lonjakan harga minyak dunia, sementara Jokowi fokus pada subsidi energi.
- Pada 2026, harga Pertamax kembali naik signifikan di era Prabowo karena tekanan harga minyak global dan konflik geopolitik internasional.
Sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, harga BBM selalu menjadi perhatian utama dari waktu ke waktu. Contohnya terjadi pada September 2026 ini, di mana Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Meskipun harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 mengalami sedikit penurunan menjadi Rp15.950 dan Rp16.600 per liter, varian lain seperti Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex tetap bertahan di level yang terbilang tinggi. Dinamika penyesuaian harga bahan bakar ini tentu bukanlah hal baru di tanah air.
Apabila meruntut lebih jauh, riwayat harga BBM di Indonesia dari masa ke masa terus bergejolak karena pernah naik, tetapi beberapa kesempatan sempat turun cukup drastis. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, seperti kebijakan pemerintah hingga kondisi ekonomi global. Yuk, kita telusuri riwayatnya lewat artikel berikut!
Table of Content
1. Harga BBM era Presiden Soekarno
Masa jabatan Presiden Soekarno cukup lama, mulai 18 Agustus 1945 hingga 12 Maret 1967. Selama masa pemerintahannya, harga BBM sempat naik sebanyak dua kali. Kenaikan pertama terjadi pada 22 November 1965 di mana BBM Premium naik Rp0,3 per liter dan solar naik ke Rp0,2 per liter. Kenaikan kedua terjadi pada 3 Januari 1966 di mana BBM Premium naik ke Rp1,00 per liter dan solar meroket ke Rp0,80 per liter.
Untungnya, pada 27 Januari 1966 harga Premium dan soaor turun menjadi Rp0,5 per liter dan Rp0,4 per liter. Kenaikan BBM pada masa Soekarno dipicu oleh inflasi. Bahkan, pada 1966 sempat terjadi hiperinflasi hingga menyentuh angka 650 persen. Selain BBM, kenaikan harga bahan pokok juga naik secara drastis dan daya beli masyarakat menutun.
2. Harga BBM era Presiden Soeharto

Presiden Soeharto (commons.wikimedia.org/Joost Evers/Anefo) Setelah Soekarno turun dari kursi kepresidenan, Soeharto menjadi penggantinya dan mulai merombak banyak hal dalam sektor pemerintahan. Salah satunya terkait harga BBM.
Selama 32 tahun menjabat, Soeharto tercatat sudah menaikkan harga BBM (solar dan Premium) berkali-kali, mulai 1967 hingga 1998. Berikut riwayatnya.
Harga BBM Era Presiden Soeharto
Harga BBM Era Presiden Soeharto Tanggal
Harga Premium (per liter)
Harga solar (per liter)
3 Agustus 1967
Rp4
Rp3,5
25 April 1968
Rp16
Rp12,5
1 Juni 1970
Rp25
Rp12,5
1 April 1972
Rp35
Rp14
1 April 1973
Rp41
Rp16
22 April 1974
Rp46
Rp19
1 April 1975
Rp57
Rp22
1 April 1976
Rp70
Rp25
5 April 1979
Rp100
Rp35
1 Mei 1980
Rp150
Rp52,5
4 Januari 1982
Rp240
Rp85
7 Januari 1983
Rp320
Rp145
12 Januari 1984
Rp350
Rp220
1 April 1985
Rp385
Rp242
10 Juli 1986
Rp385
Rp200
24 Mei 1990
Rp450
Rp245
24 Mei 1990
Rp450
Rp245
11 Juli 1991
Rp550
Rp300
8 Januari 1993
Rp700
Rp380
5 Mei 1998
Rp1.200
Rp600
16 Mei 1998
Rp1.000
Rp550
3. Harga BBM era Presiden B.J. Habibie
Presiden B.J. Habibie memang hanya menjabat selama 1 tahun, tapi beliau memberikan efek yang besar bagi perekonomian Indonesia. Efek pertama adalah stabilisasi nilai tukar rupiah yang sempat anjlok pasca krisis moneter pada masa Soeharto.
Selain itu, B.J. Habibie tak pernah menaikkan harga BBM. Dalam hal ini, harga BBM Premium tetap stabil di angka Rp1000 per liter hingga akhir masa jabatannya. Hal tersebut dapat terjadi karena terjadi penurunan harga minyak dunia dari 31,25 dolar per barel (Januari 1998) menjadi 27,66 dolar per barel (Mei 1998).
4. Harga BBM era Presiden Gus Dur

Gus Dur dan Amien Rais (commons.wikimedia.org/National Information and Communication Agency Republic of Indonesia) Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur merupakan presiden yang menggantikan B.J. Habibie pada 20 Oktober 1999. Sama seperti Habibie, masa pemerintahannya juga singkat, hanya sekitar 1 tahun.
Meskipun singkat, tapi Gus Dur sempat beberapa kali menaikkan harga BBM, lho. Di bawah ini rinciannya.
Harga BBM Era Presiden Gus Dur
Harga BBM Era Presiden Gus Dur Tanggal
Harga Premium (per liter)
Harga solar (per liter)
1 Oktober 2000
Rp1.150
Rp600
1 April 2001
Rp1.150
Rp990
1 Mei 2001
Rp1.150
Rp1.150
1 Juni 2001
Rp1.150
Rp1.285
16 Juni 2001
Rp1.450
Rp900
1 Juli 2001
Rp1.450
Rp1.250
23 Juli 2001
Rp1.450
Rp1.250
5. Harga BBM era Presiden Megawati
Peran Megawati Soekarnoputri sebagai presiden Indonesia kelima cukup besar dalam menstabilkan harga BBM. Kenaikan harga BBM memang terjadi, tapi beliau juga mampu menurunkan harganya di beberapa kesempatan.
Menariknya, harga BBM di era Megawati tak pernah menyentuh angka Rp2 ribuan. Mau tahu rinciannya? Simak di tabel berikut.
Harga BBM Era Presiden Megawati
Harga BBM Era Presiden Megawati Tanggal
Harga Premium (per liter)
Harga solar (per liter)
1 Agustus 2001
Rp1.450
Rp1.190
1 September 2001
Rp1.450
Rp955
1 Oktober 2001
Rp1.450
Rp1.000
1 November 2001
Rp1.450
Rp945
1 Desember 2001
Rp1.450
Rp900
1 Januari 2002
Rp1.450
Rp900
17 Januari 2002
Rp1.550
Rp1.150
1 Maret 2002
Rp1.550
Rp1.150
1 April 2002
Rp1.600
Rp1.250
3 Mei 2002
Rp1.750
Rp1.400
1 Juli 2002
Rp1.750
Rp1.350
1 Agustus 2002
Rp1.735
Rp1.325
1 September 2002
Rp1.690
Rp1.360
1 Oktober 2002
Rp1.750
Rp1.440
1 November 2002
Rp1.750
Rp1.550
1 Desember 2002
Rp1.750
Rp1.550
2 Januari 2003
Rp1.810
Rp1.890
21 Januari 2003
Rp1.810
Rp1.650
20 Oktober 2004
Rp1.810
Rp1.650
6. Harga BBM era Presiden SBY

Presiden SBY (commons.wikimedia.org/Cancillería Ecuador) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat selama 10 tahun dari 2004 sampai 2014. SBY juga mencatatkan rekor sebagai presiden yang memberikan kenaikan BBM tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Hal tersebut bukan tanpa alasan karena pada masa pemerintahannya harga minyak dunia sempat mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu mencapai 140 dolar per barel (2008). Selain itu, pemerintah juga mulai mengurangi subsidi BBM secara bertahap. Berikut riwayat harga BBM era SBY.
Harga BBM Era Presiden SBY
Harga BBM Era Presiden SBY Tanggal
Harga Premium (per liter)
Harga solar (per liter)
1 November 2004
Rp1.810
Rp1.650
2 Maret 2005
Rp2.400
Rp2.100
1 Oktober 2005
Rp4.500
Rp4.300
24 Mei 2008
Rp6.000
Rp5.500
1 Desember 2008
Rp5.500
Rp5.500
15 Desember 2008
Rp5.000
Rp4.800
15 Januari 2009
Rp4.500
Rp4.500
22 Juni 2013
Rp6.500
Rp5.500
20 Oktober 2014
Rp6.500
Rp5.500
7. Harga BBM era Presiden Joko Widodo
Sama seperti SBY, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menjabat selama 10 tahun (2 periode), mulai 2014 hingga 2024. Ada banyak gejolak yang terjadi di masa jabatannya, mulai dari pandemi COVID-19 hingga banyaknya perubahan kebijakan nasional. Jokowi juga berfokus pada pembangunan infrastruktur dan subsidi energi.
Karena itu, harga BBM di era Jokowi sempat mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup bergejolak. Berikut rinciannya.
Harga BBM Era Presiden Joko Widodo
Harga BBM Era Presiden Joko Widodo Tanggal
Harga Premium (per liter)
Harga solar (per liter)
November 2014
Rp8.500
Rp7.500
Januari 2015
Rp7.600
Rp7.250
Januari 2015
Rp6.600
Rp6.400
Maret 2015
Rp7.300
Rp6.900
Januari 2016
Rp6.600
Rp6.400
Harga BBM Era Presiden Joko Widodo
Harga BBM Era Presiden Joko Widodo Tanggal
Harga Pertalite (per liter)
Harga Pertamax (per liter)
Harga solar (per liter)
20 Januari 2018
Rp7.600
Rp10.400
Rp9.800
24 Maret 2018
Rp7.800
Rp10.400
Rp9.800
September 2022
Rp10.000
R10.400
Rp6.800
8. Harga BBM era Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto dalam Munas HIPMI pada Rabu (10/6/2026). (YouTube/ Sekretariat Presiden) Pada era Presiden Prabowo Subianto sempat tak ada kenaikan BBM selama beberapa waktu. Namun, berbagai hal seperti konflik Iran-Amerika dan kenaikan harga minyak global memaksa pemerintah untuk menaikkan harga BBM.
Tercatat, kenaikan BBM pada era Presiden Prabowo sempat terjadi selama beberapa kali. Berikut penjelasannya lewat tabel.
Harga BBM Era Presiden Prabowo
Harga BBM Era Presiden Prabowo Tanggal
Harga Pertamax (per liter)
Harga Pertamax Green 95 (per liter)
Harga Pertamax Turbo (per liter)
Harga Dexlite (per liter)
Harga Pertamax Dex (per liter)
1 Maret 2026
Rp12.300
Rp12.900
Rp13.100
Rp14.200
Rp14.500
18 April 2026
Rp12.300
Rp12.900
Rp19.400
Rp23.600
Rp23.900
4 Mei 2026
Rp12.300
Rp12.900
Rp19.900
Rp26.000
Rp27.900
10 Juni 2026
Rp16.250
Rp17.000
Rp19.900
Rp26.000
Rp27.900
1 September 2026
Rp15.950
Rp16.600
Rp19.600
Rp23.700
Rp25.200
Itulah riwayat harga BBM di Indonesia dari masa ke masa mulai dari era Soekarno, SBY, hingga Prabowo. Dari riwayat tersebut juga terlihat bahwa harga BBM terus bergejolak mengikuti perkembangan dunia dan negara. Jadi, bagaimana perkembangan harga BBM menurutmu?
FAQ seputar riwayat harga BBM di Indonesia dari masa ke masa
Bagaimana riwayat harga BBM di Indonesia dari masa ke masa? Riwayat harga BBM di Indonesia dari masa ke masa terus berkembang, mulai dari harganya yang hanya Rp0,2 per liter di era Soekarno hingga melonjak menjadi Rp27.900 per liter pada masa pemerintahan Prabowo.
Kapan BBM Indonesia mencapai harga tertingginya? BBM Indonesia mencapai harga tertingginya di era Presiden Prabowo dengan harga sekitar Rp6.800 per liter (Bio Solar) hingga Rp27.900 per liter (Pertamina Dex).
Bagaimana pemerintah menyiasati naik turunnya harga BBM? Pemerintan menyiasati naik turunnya harga BBM dengan memberikan subsidi, penyaluran konpensasi, hingga mengatur distribusi.
Apa saja penyebab harga BBM di Indonesia naik turun? BBM di Indonesia bisa naik turun karena beberapa hal, seperti harga minyak dunia yang tak stabil, adanya kebijakan baru, kelangkaan bahan baku, hingga memanasnya kondisi politik dalam negeri.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















