Pelemahan rupiah dipicu memanasnya situasi geopolitik global setelah militer AS meluncurkan serangan baru terhadap lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran selatan pada Senin malam.
Pihak Washington mengeklaim tindakan tersebut sebagai upaya bela diri dan menyatakan gencatan senjata tetap berlaku, meski respons Teheran belum dapat dipastikan.
"Namun, setiap aksi militer baru berpotensi mempersulit negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, terutama setelah Teheran berulang kali memperingatkan AS untuk tidak melakukan serangan lebih lanjut," kata Ibrahim.
Ketidakpastian di lapangan menahan penurunan harga minyak mentah, walaupun harga sempat merosot tajam pada hari Senin.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemajuan negosiasi dengan mengeklaim Iran akan menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya, meski Teheran membantahnya namun menyatakan tetap terbuka untuk berunding.