Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Berhasil Menguat Seharian ke Rp16.896 per Dolar AS

ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)
ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)
Intinya sih...
  • Sejumlah mata uang di Asia menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah
  • Redanya ketegangan perdagangan AS dan Eropa picu penguatan rupiah
  • Ada potensi penguatan rupiah secara terbatas karena faktor-faktor domestik yang masih lemah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan, Kamis (22/1/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp16.896 per dolar AS per dolar AS.

Rupiah tercatat menguat 40 poin atau 0,24 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Sejumlah mata uang di Asia menguat terhadap dolar AS

Lebih rinci, rupiah tidak menguat sendirian. Sebagian besar mata uang di kawasan Asia ikut menguat terhadap dolar AS, beberapa di antaranya:

  • Ringgit Malaysia menguat 0,17 persen 
  • Yuan China menguat 0,02 persen 
  • Rupee India menguat 0,10 persen
  • Pesso Filipina menguat 0,20 persen.

2. Redanya ketegangan perdagangan AS dan Eropa picu penguatan rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah menguat terhadap dolar AS, seiring dengan meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Eropa. Kondisi ini dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump yang menarik ancaman tarif terhadap produk-produk Eropa.

"Langkah tersebut memberikan angin segar bagi pasar global, termasuk mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia," kata dia.

3. Ada potensi penguatan rupiah secara terbatas

Namun, meskipun terdapat potensi penguatan, Lukman memperingatkan penguatan rupiah kemungkinan akan terbatas.

Faktor-faktor domestik yang masih lemah, seperti kekhawatiran terkait independensi Bank Indonesia (BI), defisit anggaran negara, serta kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh BI, diperkirakan akan membatasi ruang gerak rupiah.

"Sentimen domestik yang masih rapuh menjadi faktor penahan yang akan membatasi ruang penguatan bagi rupiah. Kami melihat range pergerakan rupiah bisa berada berada di kisaran Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS," ujar Lukman Leong.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Business

See More

Purbaya: Tekanan Rupiah Terjadi Sebelum Thomas Djiwandono Dicalonkan

22 Jan 2026, 17:07 WIBBusiness