- Ringgit Malaysia melemah 0,05 persen
- Yuan China melemah 0,03 persen
- Rupee India melemah 0,17 persen
- Pesso Filipina melemah 0,16 persen
- Dolar Taiwan melemah 0,33 persen
Rupiah Dibuka Lesu Lawan Dolar AS, Ada di Level Rp16,910

- Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.910 per dolar AS, turun 17 poin atau 0,10 persen dibanding penutupan sebelumnya.
- Sejumlah mata uang Asia ikut melemah, termasuk ringgit Malaysia, yuan China, rupee India, peso Filipina, dan dolar Taiwan.
- Kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan di Selat Hormuz memicu sentimen risk-off dan menekan nilai tukar rupiah sepanjang hari.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah dibuka melemah pada awal perdagangan, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp16.910 per dolar AS. Rupiah tercatat melemah 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Daftar mata uang di Asia yang melemah
Mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:
2. Tekanan muncul dari kenaikan harga minyak dunia
Pengamat pasar uang, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan melemah dalam beberapa hari ke depan akibat kembalinya sentimen risk-off di pasar global.
"Tekanan ini muncul setelah kenaikan harga minyak dunia yang merespons pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, usai Selat Hormuz masih akan tetap tertutup, memperburuk kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global," ujar Lukman.
3. Rupiah akan melemah seharian
Harga minyak mentah dunia yang melonjak disebabkan risiko gangguan pasokan melalui jalur strategis yang dilewati sekitar 20 persen perdagangan minyak global. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.
"Muncul sentimen risk-off dari kenaikan harga minyak merespon pernyataan Khamenei yang mengatakan Selat Hormuz masih akan tetap tertutup. Range Rp16.850-Rp16.950 per dolar AS," kata Lukman.


















