Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah dibuka menguat 36 poin atau 0,20 persen ke Rp18.124 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 4 November 2026.
  • Penguatan rupiah didukung mayoritas mata uang Asia, turunnya harga minyak, pelemahan indeks dolar AS, serta penurunan imbal hasil US Treasury.
  • Penguatan diperkirakan terbatas akibat sentimen saham domestik lemah dan tekanan arus modal asing; rupiah diproyeksikan bergerak di Rp18.050-Rp18.200 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat ada level Rp18.124 per dolar AS pada perdagangan Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah dibuka menguat 36 poin atau 0,20 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

1. Mayoritas mata uang di Asia menguat

Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, berikut rinciannya:

  • Ringgit Malaysia menguat 0,11 persen

  • Bath Thailand menguat 0,17 persem

  • Rupee India menguat 0,16 persen

  • Won Korea menguat 0,48 persen

  • Dolar Singapura menguat 0,16 persen

  • Yen Jepang menguat 0,64 persen

2. Sejumlah sentimen positif topang penguatan rupiah

Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Penguatan rupiah ditopang oleh penurunan harga minyak mentah dunia seiring munculnya harapan tercapainya perdamaian di Timur Tengah.

Analis pasar uang, Lukman Leong, mengatakan sentimen positif juga datang dari pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang dipicu antisipasi pasar terhadap hasil pemilu paruh waktu atau midterm election di AS.

"Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yield turut memberikan ruang bagi penguatan mata uang Garuda," ucap Lukman.

3. Penguatan rupiah hanya berlangsung terbatas

Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Hal ini lantaran sentimen di pasar saham domestik masih cenderung lemah. Di sisi lain, arus modal asing masih menghadapi tekanan akibat persoalan domestik terkait status pasar Indonesia.

"Rupiah diperkirakan menguat, namun penguatannya terbatas. Pergerakan rupiah hari ini berada di rentang Rp18.050 per dolar AS hingga Rp18.200 per dolar AS," tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article