Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Ditutup Melemah Tajam ke Rp17.916 per Dolar AS

2 min read
Rupiah Ditutup Melemah Tajam ke Rp17.916 per Dolar AS
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup melemah 98 poin atau 0,55 persen ke Rp17.916 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 24 September 2026.
  • Pelemahan rupiah terjadi saat imbal hasil obligasi, indeks dolar AS, dan harga minyak mentah naik, serta pasar mengantisipasi pernyataan hawkish pejabat The Fed.
  • Keputusan BI menahan suku bunga dinilai sudah diantisipasi pasar; rupiah berpotensi bergerak di Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS tanpa intervensi valas BI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada akhir perdagangan, Kamis (24/9/2026) sore. Rupiah parkir di level 17.916 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 98 poin atau 0,55 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

  1. 1. Mayoritas mata uang melemah

    Mayoritas mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:

    • Bath Thailand melemah 0,03 persen
    • Rupee India melemah 0,19 persen
    • Pesso Filipina melemah 0,11 persen
    • Won Korea melemah 4,85 persen
    • Dolar Taiwan melemah 0,10 persen

  2. 2. Rupiah melemah karena imbal hasil surat utang AS naik

    Pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah yang signifikan terjadi di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS,

    Penguatan dolar AS masih berlanjut pada perdagangan hari ini. Sentimen tersebut turut dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap pernyataan hawkish sejumlah pejabat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan menyampaikan pidato.

    "Kenaikan imbal hasil obligasi AS, indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia menekan rupiah," ujar Lukman, Kamis (24/9/2026).

  3. 3. Langkah BI tahan suku bunga acuan tak bisa bikin rupiah bangkit

    Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan juga tidak memberikan dukungan terhadap rupiah. Namun, menurut Lukman, dampaknya relatif terbatas karena keputusan tersebut sebelumnya telah diantisipasi pasar dan sudah tercermin dalam harga aset atau priced in.

    "Penahanan suku bunga oleh BI memang tidak mendukung rupiah, namun juga tidak terlalu berdampak karena sudah diantisipasi dan priced in," katanya.

    Lukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam perdagangan selanjutnya. Rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.

    Menurut dia, ruang pelemahan rupiah masih terbuka kecuali Bank Indonesia kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More