Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Makin Lemah, Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS
ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)
  • Rupiah melemah hingga menembus Rp17.000 per dolar AS, turun 42 poin atau 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh konflik di Timur Tengah dan harga minyak dunia yang tinggi, mendorong investor beralih ke aset safe haven.
  • Sentimen domestik terkait ketahanan fiskal dan kebijakan pemerintah turut memperburuk kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pergerakan rupiah hingga pukul 14.39 WIB tercatat melemah dan menembus level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 42 poin atau 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan tersebut juga lebih dalam dibandingkan posisi pembukaan perdagangan pagi tadi yang berada di level Rp16.965 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menyebut nilai tukar rupiah masih berpotensi berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini. Hal ini seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik di kawasan Timur Tengah yang terus memanas serta harga minyak dunia yang tetap tinggi.

Di sisi lain, sentimen domestik juga turut membayangi pasar, terutama terkait ketahanan fiskal Indonesia dalam menghadapi gejolak global.

Menurutnya, ketegangan geopolitik tersebut mendorong peningkatan permintaan terhadap aset safe haven dan memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan Indonesia karena meningkatnya biaya impor energi.

“Iya, sentimen domestik memang sudah lama negatif. Tentunya Perppu ini makin mengkhawatirkan investor,” ujarnya.

Editorial Team