Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tensi AS-Iran Tekan Rupiah ke Level Rp17.346 per Dolar AS

Tensi AS-Iran Tekan Rupiah ke Level Rp17.346 per Dolar AS
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.346 per dolar AS akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjelang libur panjang akhir pekan.
  • Tensi tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas 120 dolar AS per barel, menambah tekanan terhadap kebutuhan dolar dan potensi beban subsidi energi dalam APBN 2026.
  • Pengamat memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif pada awal pekan depan dengan potensi pelemahan di kisaran Rp17.350 hingga Rp17.400 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS kembali mencatatkan pelemahan pada penutupan perdagangan menjelang libur panjang akhir pekan, Kamis (30/4/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah 20 poin atau 0,12 persen ke level Rp17.346 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 60 poin dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.326.

1. Rupiah tertekan oleh tensi geopolitik AS-Iran

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan tensi geopolitik kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump bersiap melakukan blokade angkatan laut yang berkepanjangan terhadap Iran.

Kekhawatiran tersebut semakin menjadi perhatian pasar menyusul adanya laporan pertemuan antara eksekutif perusahaan minyak terkemuka di AS dan Trump di Gedung Putih untuk membahas langkah-langkah membatasi dampak konflik terhadap AS.

Ibrahim menambahkan, blokade angkatan laut yang berkepanjangan tersebut berpotensi membuat Iran terus menutup Selat Hormuz sebagai bentuk pembalasan.

"Blokade yang berkepanjangan di jalur pelayaran tersebut menunjukkan gangguan pasokan minyak global yang lebih besar," ujarnya.

2. Lonjakan harga minyak mengancam APBN

Dampak dari ketegangan tersebut membuat harga minyak mentah dunia terus melesat, di mana Brent Crude Oil tercatat di angka 122 dolar AS per barel dan WTI Crude Oil berada di posisi 108 dolar AS per barel.

"Kenaikan ini, membuat kebutuhan dollar AS untuk pembelian minyak mentah sebesar 1,5 juta barel per hari semakin tinggi," kata Ibrahim.

Kondisi tersebut diproyeksikan dapat menambah tekanan pada neraca transaksi berjalan atau catatan transaksi ekonomi suatu negara terhadap dunia internasional.

Selain itu, hal ini juga dapat menggerus ketahanan fiskal serta menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akibat membengkaknya beban subsidi energi.

3. Proyeksi rupiah di perdagangan awal pekan

Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan Senin pekan depan, mata uang rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dan diperkirakan akan ditutup melemah dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.400 per dolar AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More