Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, tapi Masih Berpeluang Menguat
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka melemah tipis ke level Rp17.722 per dolar AS pada awal perdagangan Senin, turun 0,03 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Sentimen positif dari harapan perdamaian Timur Tengah dan turunnya harga minyak memberi peluang rupiah menguat di kisaran Rp17.600–Rp17.750 per dolar AS.
  • Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis rupiah akan menguat Juli–Agustus 2026 berkat penguatan kebijakan moneter dan kenaikan BI Rate menjadi 5,25 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Senin (25/5/2026) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.20 WIB, kurs rupiah berada di level Rp17.722 per dolar AS atau melemah tipis 5 poin setara 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (22/5/2026).

1. Harapan perdamaian Timur Tengah bisa topang rupiah

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS. Dia menilai sentimen positif datang dari harapan meredanya tensi di Timur Tengah serta penurunan harga minyak mentah dunia.

Menurut dia, harga minyak turun setelah Presiden AS Donald Trump menyebut perundingan dengan Iran berlangsung secara konstruktif.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS oleh harapan perdamaian di timtang dan harga minyak mentah dunia yang turun," kata dia.

2. Rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp17.600

Dengan adanya sentimen positif dari eksternal, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.

3. BI yakin rupiah menguat Juli-Agustus 2026

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis rupiah bakal kembali stabil dan menguat pada Juli hingga Agustus 2026.

Perry mengatakan keyakinan tersebut didorong oleh penguatan kebijakan moneter BI, termasuk kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. BI Rate merupakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang digunakan untuk menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah.

“InsyaAllah nanti di bulan Juli, Agustus itu rupiah akan menguat. Kami sudah menjelaskan kenapa rupiah selama ini mengalami tekanan. Dalam berbagai kesempatan saya sampaikan bahwa nilai tukar rupiah saat ini sebenarnya masih undervalue,” ujar Perry dalam Konferensi Pers RDG, Rabu (20/5/2026).

Editorial Team