Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Menguat, Jadi Rp15.617 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Menguat, Jadi Rp15.617 per Dolar AS Pagi Ini
ilustrasi uang (pixabay.com/iqbalstock)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat pada pembukaan perdagangan, Kamis (18/1/2024). Mata uang Garuda mengawali perdagangan di level Rp15.617,5 per dolar AS.

Seperti dikutip dari Bloomberg, nilai mata uang rupiah menguat 25,5 poin saat mengawali sesi perdagangan pagi ini, dibandingkan pada penutupan perdagangan pada Rabu (16/1/2024) di Rp15.643.

1. Rupiah menguat berkat perlambatan sektor tenaga kerja di AS

Pengamat pasar keuangan, Lukman Leong mengatakan, rupiah memiliki potensi untuk mengalami rebound atau penguatan terhadap dolar AS setelah data dari Fed Beige Book menunjukkan adanya perlambatan dalam sektor tenaga kerja di Amerika Serikat.

“Rupiah berpotensi rebound/menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data pada Fed Beige Book menunjukkan perlambatan pada sektor tenaga kerja di AS,” tuturnya.

Fed Beige Book adalah laporan ekonomi yang diterbitkan oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (the Fed). Fed Beige Book mencakup informasi terkini tentang aktivitas ekonomi, kebijakan moneter, tingkat inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan berbagai aspek lainnya yang dapat memengaruhi kebijakan moneter.

2. Rupiah masih berpotensi mengalami pelemahan

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra menyebut, kemungkinan rupiah melemah terhadap dolar AS masih ada, dan itu disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama, perbaikan data ekonomi AS, khususnya penjualan ritel periode Desember yang menunjukkan kenaikan yang lebih baik dari bulan sebelumnya.

“Membaiknya data tersebut memperkuat sinyal the Fed tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga acuannya,” sebut Ariston.

Selain itu, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap kuat, dengan yield tenor 10 tahun yang meningkat. Hal itu menunjukkan bahwa pasar masih percaya pada kekuatan ekonomi AS.

“Selain karena menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung terutama di Timur Tengah, juga masih menjadi pemicu pelaku pasar masih ke aset dolar AS sebagai aset aman” tambahnya.

3. Proyeksi nilai tukar rupiah hari ini

Lukman memberikan proyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS antara Rp15.550 hingga Rp15.650 pada perdagangan hari ini.

Sementara Ariston memproyeksikan kemungkinan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, menuju level Rp15.680. Dia juga mencatat bahwa ada potensi dukungan (support) pada kisaran Rp15.600 per dolar AS hari ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Trio Hamdani
EditorTrio Hamdani
Follow Us

Latest in Business

See More

Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen, OJK: Intermediasi Tetap Solid

06 Apr 2026, 10:58 WIBBusiness