Efek Perang Timur Tengah Makin Terasa, Rupiah Keok Lagi Pagi Ini

- Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.998 per dolar AS pada awal pekan, turun sekitar 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Eskalasi konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
- Data pekerjaan AS yang kuat membuat dolar semakin perkasa, sementara rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.950–Rp17.050 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau lesu dalam mengawali perdagangan awal pekan. Rupiah dibuka pada level Rp16.992 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (6/4/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.05 WIB, rupiah sudah berada di level Rp16.998 per dolar AS, melemah 18 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.980 per dolar AS.
1. Konflik Timur Tengah dan harga minyak jadi beban utama
Pengamat pasar uang Lukman Leong menyampaikan rupiah diperkirakan akan terus melemah, disebabkan oleh kekhawatiran para investor terhadap eskalasi atau peningkatan ketegangan perang di wilayah Timur Tengah yang belum juga mereda.
Selain faktor perang, Lukman menyoroti harga minyak mentah dunia yang masih terus merangkak naik sebagai beban tambahan bagi mata uang Garuda.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi perang di Timteng dan harga minyak mentah yang masih terus naik," kata Lukman.
2. Dolar AS makin perkasa berkat data pekerjaan yang kuat
Indeks dolar AS terpantau mengalami penguatan. Keperkasaan mata uang Negeri Paman Sam didorong oleh rilis data pekerjaan AS, yaitu Non-Farm Payrolls (NFP), yang ternyata hasilnya jauh lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Data NFP merupakan laporan penting mengenai jumlah tenaga kerja baru di luar sektor pertanian, yang sering dijadikan ukuran kesehatan ekonomi AS.
"Indeks dolar AS sendiri naik didukung oleh data pekerjaan AS NFP yang lebih kuat dari perkiraan," ujar Lukman.
3. Rupiah masih berpotensi tembus Rp17 ribu
Melihat dinamika pasar di awal pekan ini, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif pada kisaran Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS dalam perdagangan hari ini.
Jika melihat pergerakan sejak awal tahun, rupiah kini mencatatkan pelemahan sebesar 1,89 persen. Sementara itu, dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau 52 minggu, rupiah tercatat bergerak di rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.


















