Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen, OJK: Intermediasi Tetap Solid

Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen, OJK: Intermediasi Tetap Solid
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • OJK melaporkan kredit perbankan tumbuh 9,37 persen yoy pada Februari 2026 menjadi Rp8.559 triliun, menunjukkan intermediasi tetap solid meski sedikit melambat dari bulan sebelumnya.
  • Kredit investasi naik 20,72 persen yoy dan kredit korporasi tumbuh 14,74 persen yoy, sementara dana pihak ketiga meningkat 13,18 persen menjadi Rp10.102 triliun dengan deposito sebagai pendorong utama.
  • Likuiditas perbankan dinilai sangat memadai dengan rasio AL/NCD 121,29 persen dan LCR 195,64 persen; kualitas kredit serta permodalan tetap kuat di tengah kondisi global yang tidak pasti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja intermediasi perbankan masih tumbuh positif hingga Februari 2026, dengan profil risiko yang tetap terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan penyaluran kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh 9,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8.559 triliun. Penyaluran kredit melambat dibandingkan Januari 2026 tumbuh 9,96 persen.

“Kinerja intermediasi perbankan masih tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga,” ujar Dian dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (6/4/2026).

1. Kredit investasi naik 20,72 persen

ilustrasi kredit pada scrabble
ilustrasi kredit pada scrabble (freepik.com/freepik)

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,72 persen yoy.

Sementara dari sisi debitur, kredit korporasi tumbuh paling tinggi sebesar 14,74 persen yoy.

2. Per Februari 2026, DPK tumbuh 13,18 persen yoy

ilustrasi uang kertas (unsplash.com/@moneyphotos)
ilustrasi uang kertas (unsplash.com/@moneyphotos)

Adapun jika ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh paling tinggi yakni 12,78 persen YoY.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan solid. Per Februari 2026. “Dana pihak ketiga tumbuh sebesar 13,18 year-on-year menjadi Rp10.102 triliun,” kata Dian.

Secara rinci, deposito mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 18,56 persen YoY, diikuti tabungan sebesar 13 persen YoY dan giro sebesar 8,12 persen YoY.

3. Likuiditas industri perbankan masih memadai

ilustrasi uang kertas (unsplash.com/@alexandermils)
ilustrasi uang kertas (unsplash.com/@alexandermils)

Dari sisi likuiditas, kondisi industri perbankan dinilai masih sangat memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 121,29 persen, sementara alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,4 persen.

“Kedua rasio tersebut masih jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen,” imbuhnya.

Selain itu, liquidity coverage ratio (LCR) berada di level tinggi, yakni 195,64 persen, yang mencerminkan ketahanan likuiditas perbankan," tegasnya.

Sementara itu, kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat sebesar 2,17 persen, sedangkan NPL net sebesar 0,83 persen.

“Secara umum kualitas kredit tetap terjaga,” ujar Dian.

Adapun loan at risk (LAR) berada di level 9,24 persen, sedikit meningkat dibandingkan Januari 2026 sebesar 9,01 persen.

Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) tercatat sebesar 2,37 persen, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,49 persen.

Di sisi permodalan, industri perbankan tetap solid dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,83 persen.

“Permodalan perbankan tetap kuat dan menjadi buffer mitigasi risiko yang memadai di tengah ketidakpastian global,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More