Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan aksi buy the rumor, sell the fact. Investor sebelumnya telah mengantisipasi hasil RDG BI sehingga setelah keputusan diumumkan, sebagian pelaku pasar melakukan unwinding posisi dolar AS.
Penguatan rupiah juga terjadi setelah sehari sebelumnya rupiah ditutup melemah 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.884 per dolar AS.
Lukman menambahkan, minimnya data ekonomi penting dalam sepekan ke depan membuat perhatian investor beralih ke perkembangan geopolitik, khususnya hasil perundingan Amerika Serikat (AS)-Iran dan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.
"Tanpa adanya data ekonomi penting sepekan ini, perhatian investor tertuju pada hasil perundingan AS-Iran dan pertemuan Xi-Trump," katanya.
Untuk perdagangan selanjutnya, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.