- Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria Indeks Standar dari 8 Tinjauan Indeks terakhir: Frontier ditetapkan 1, Emerging sebanyak 3, dan Developed ada 5.
- Ukuran perusahaan (kapitalisasi pasar penuh): Frontier di angka US$155 juta, Emerging US$2.964 juta, dan Developed sebesar US$5.928 juta.
- Ukuran perusahaan (kapitalisasi pasar mengambang): Frontier sebesar US$78 juta, Emerging US$1.482 juta, dan Developed sebesar US$2.964 juta.
- Likuiditas sekuritas: Frontier 2,5 persen ATVR, Emerging 15 persen ATVR, dan Developed 20 persen ATVR.
Tiga Klasifikasi Bursa dan Syarat-syaratnya, Paling Rendah Frontier

- Bursa saham diklasifikasikan menjadi Frontier, Emerging, dan Developed berdasarkan kriteria pembangunan ekonomi, ukuran dan likuiditas, serta aksesibilitas pasar.
- Negara yang masuk Developed Markets ada 23 negara termasuk Kanada, Amerika, Jerman, dan Jepang.
- Di kelas Emerging Markets terdapat 24 negara termasuk Indonesia, Brasil, India, dan Korea.
Jakarta, IDN Times - Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengguncang pasar saham Indonesia. Pada Rabu, 28 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tersungkur hingga 8 persen ke level 8.261,79 atau terkoreksi 718 poin.
Penurunan ini mencapai ambang batas penghentian perdagangan sementara (trading halt) yang ditetapkan otoritas bursa. Koreksi saham masih terjadi pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026.
Dalam pengumumannya, MSCI menyoroti penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes, di mana masih ada kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu MSCI juga menilai adanya potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar.
MSCI sendiri sudah merinci empat hal yang harus dilakukan BEI, yakni perbaikan transparansi data, persentase saham yang dijual bebas, keterbukaan struktur kepemilikan saham di pasar modal, dan tata kelola pasar modal yang lebih baik. MSCI memberi waktu otoritas bursa Indonesia hingga Mei 2026 nanti. Jika tidak ada perbaikan, BEI terancam diturunkan ke klasifikasi bursa paling bawah, yakni “Frontier'' atau Pemula. Padahal selama ini BEI sudah berada di kelas Emerging. Di atas Emerging barulah kelas Developed.
Dalam website resminya, MSCI menggunakan tiga kriteria untuk mengevaluasi pasar terkait klasifikasi tersebut. Pertama, perkembangan ekonomi. Namun kriteria ini hanya digunakan untuk menentukan klasifikasi pasar negara maju. Kedua, ukuran (size) dan persyaratan likuiditas. Syarat ini untuk menentukan sekuritas mana yang memenuhi persyaratan kemampuan investasi minimum dari Indeks Standar Global MSCI. Ketiga, aksesibilitas pasar. Ini bertujuan untuk mencerminkan pengalaman investasi institusional internasional di pasar ekuitas tertentu berdasarkan lima kriteria aksesibilitas pasar.
1. Kenapa bursa ada di Frontier, Emerging, dan Developed?

Dalam kriteria Pembangunan Ekonomi, MSCI tidak menetapkan persyaratan apapun untuk klasifikasi Frontier dan Emerging (berkembang) terkait keberlanjutan ekonomi. Namun untuk Developed ada syarat yang harus dipenuhi, yakni PDB per kapita negara tersebut harus 25 persen di atas ambang batas pendapatan tinggi Bank Dunia selama 3 tahun berturut-turut.
Terkait persyaratan Ukuran dan Likuiditas dibagi dalam dua kategori, yakni persyaratan masuk dan persyaratan pemeliharaan. Untuk persyaratan masuk, ditetapkan sebagai berikut:
Terkait persyaratan pemeliharaan, MSCI menetapkan sebagai berikut:
- Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria Indeks Standar: Frontier tidak ada, Emerging ada 1, begitu pula Developed sebanyak 1.
- Ukuran perusahaan (kapitalisasi pasar penuh): Frontier di angka US$155 juta, Emerging US$2.964 juta, dan Developed sebesar US$5.928 juta.
- Ukuran perusahaan (kapitalisasi pasar mengambang): Frontier sebesar US$78 juta, Emerging US$1.482 juta, dan Developed sebesar US$2.964 juta.
- Likuiditas sekuritas: Frontier 2,5 persen ATVR, Emerging 15 persen ATVR, dan Developed 20 persen ATVR.
- Jumlah minimum sekuritas dalam Market Investable Equity Universe: Frontier ditetapkan 1, Emerging sebanyak 3, dan Developed ditetapkan 5.
Terkait Kriteria Aksesibilitas Pasar ditetapkan sebagai berikut:
- Keterbukaan terhadap kepemilikan asing: Frontier setidaknya sebagian, Emerging signifikan, dan Developed sangat tinggi.
- Kemudahan arus masuk/keluar modal: Frontier setidaknya sebagian, Emerging signifikan, Developed sangat tinggi.
- Efisiensi kerangka operasional: Frontier moderat, Emerging baik dan teruji, Developed sangat tinggi.
- Ketersediaan instrumen investasi; Frontier tinggi, Emerging tinggi, dan Developed tidak terbatas.
- Stabilitas kerangka kelembagaan: Frontier moderat, Emerging moderat, dan Developed sangat tinggi.
2. Negara mana saja yang masuk Developed Markets?

Ada 23 negara yang masuk klasifikasi ini, antara lain:
- Kanada
- Amerika
- Austria
- Belgia
- Denmark
- Finlandia
- Prancis
- Jerman
- Irlandia
- Israel
- Italia
- Belanda
- Norwegia
- Portugal
- Spanyol
- Swedia
- Swiss
- Inggris
- Australia
- Hong Kong
- Jepang
- Selandia Baru
- Singapura
3. Di kelas Emerging Markets ada 24 negara yang masuk klasifikasi ini. Siapa saja?

Di antara negara-negara Emerging ada Indonesia. Negara lainnya sebagai berikut:
- Brasil
- Chile
- Kolombia
- Meksiko
- Peru
- Republik Ceko
- Mesir
- Yunani
- Hungaria
- Kuwait
- Polandia
- Qatar
- Saudi Arabia
- Afrika Selatan
- Turki
- UEA
- China
- India
- Indonesia
- Korea
- Malaysia
- Filipina
- Taiwan
- Thailand
4. Lalu negara mana saja yang masuk Frontier Markets?

Berikut nama-namanya:
- Bahrain
- Benin
- Burkina Faso
- Guinea Bissau
- Iceland
- Ivoey Coast
- Yordania
- Kazakhstan
- Kenya
- Mali
- Mauritius
- Maroko
- Nigeria
- Oman
- Senegal
- Serbia
- Togo
- Tunisia
- Bangladesh
- Pakistan
- Sri Lanka
- Vietnam
Di antara Frontier Markets ada yang masuk kategori advanced, yakni:
- Estonia
- Latvia
- Lithuania
- Romania
- Slovenia
5. Sebelas negara yang masuk Pasar Mandiri

MSCI juga memasukkan beberapa negara ke dalam Pasar Mandiri atau Standalone Markets, yakni:
- Argentina
- Jamaika
- Panama
- Trinidad dan Tobago
- Bosnia and Herzegovina
- Lebanon
- Malta
- Nigeria
- Palestina
- Ukraina
- Zimbabwe


















