Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai fundamental ekonomi Indonesia masih tetap kuat meski nilai tukar rupiah kembali menyentuh level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca perdagangan, hingga sektor perbankan masih menjadi penopang ketahanan ekonomi domestik.
Kalau kita lihat, pertumbuhan ekonomi kemarin masih baik di 5,61 persen. Kemudian, neraca perdagangan secara year to date juga masih positif," ujar Airlangga dikutip Sabtu (11/7/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda kemarin menguat sebesar 63 poin atau 0,35 persen ke level Rp18.065 per dolar AS.
