Satgas Kodam IM Bersihkan Tumpukan Kayu di Pesantren Darul Mukhlisin Aceh

- Kegiatan pembersihan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas instansi, antara lain Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.
- Tumpukan kayu dan lumpur menutupi area pesantren, melumpuhkan akses di sekitar pesantren dan mengganggu aktivitas pendidikan. Satgas menargetkan pembersihan selesai dalam waktu tujuh hari.
- Warga setempat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Prajurit Kodam Iskandar Muda beserta seluruh unsur
Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda (IM) mempercepat upaya pemulihan pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Fokus utama penanganan berada di kompleks Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru.
"Salah satu fokus utama adalah pembersihan tumpukan kayu gelondongan dan material lumpur yang menimbun kawasan Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,," ungkap perwakilan Satgas dalam keterangannya, Kamis (25/12/2025).
1. Pembersihan dilakukan lintas instansi

Kegiatan pembersihan tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas instansi, antara lain Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.
Sejumlah alat berat dikerahkan guna mempercepat proses pengangkutan kayu gelondongan dan lumpur yang menutupi area pesantren, serta lingkungan sekitarnya.
"Berdasarkan pemetaan menggunakan drone, luasan tumpukan kayu diperkirakan mencapai sekitar dua hektare, dengan ketinggian hingga empat meter. Volume material kayu ditaksir mencapai sekitar 80 ribu meter kubik," ucap Satgas
2. Lumpuhkan akses di sekitar pesantren

Kondisi tersebut sempat melumpuhkan akses di sekitar pesantren dan mengganggu aktivitas pendidikan. Satgas menargetkan pembersihan selesai dalam waktu sekitar tujuh hari, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas kerja.
“Prajurit terus memaksimalkan upaya agar kawasan pesantren dapat segera digunakan kembali dan aktivitas masyarakat bisa pulih bertahap,” ujar perwakilan Satgas.
3. Warga apresiasi langkah TNI

Sementara itu, Amir, salah seorang warga setempat, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Prajurit Kodam Iskandar Muda beserta seluruh unsur yang terlibat.
Ia menilai kehadiran TNI sangat membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya dalam kondisi sulit pascabanjir bandang.
“Terima kasih kepada TNI Kodam Iskandar Muda yang sudah turun langsung membantu kami. Kehadiran prajurit sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan adanya pembersihan ini, masyarakat mulai merasa lega dan optimistis kondisi akan segera membaik. Ia berharap proses pembersihan dapat berjalan lancar dan kawasan pesantren bisa segera difungsikan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.


















