Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Saudi Investasi di Prancis Bangun Proyek Taman Hiburan Bertema Manga
ilustrasi bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)
  • Prancis dan Arab Saudi menyepakati investasi 6 miliar euro untuk membangun tiga taman hiburan di Cergy-Pontoise, barat laut Paris, dipimpin Qiddiya.
  • Salah satu taman akan bertema manga Jepang, sementara konsep dua taman lain dan waralaba spesifik belum diumumkan; proyek dibangun bertahap dalam beberapa tahun.
  • Proyek diperkirakan menciptakan 22 ribu pekerjaan langsung, disertai kontrak CMA CGM dan Alstom di Arab Saudi selama kunjungan Mohammed bin Salman ke Paris.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Prancis dan Arab Saudi resmi menyepakati nota kesepahaman untuk proyek investasi bernilai 6 miliar euro (7 miliar dolar AS atau setara Rp124,14 triliun) guna membangun tiga taman hiburan di Cergy-Pontoise, wilayah barat laut Paris. Kesepakatan bernilai fantastis tersebut diumumkan saat kunjungan kerja Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Paris, Senin (24/8/2026).

Proyek raksasa yang dipimpin oleh perusahaan investasi Qiddiya, anak perusahaan dari dana kekayaan berdaulat Arab Saudi, ini direncanakan mencakup taman hiburan bertema manga Jepang. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut hangat pengumuman tersebut melalui media sosial dan menyebut kawasan atraksi baru ini sebagai destinasi global yang belum pernah ada sebelumnya.

1. Kemitraan strategis dan lahirnya taman hiburan bertema manga

ilustrasi taman hiburan (unsplash.com/Andy Bridge)

Pembangunan tiga taman hiburan (theme park) ini diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas rekreasi terbesar di wilayah Eropa. Kantor Kepresidenan Prancis mengonfirmasi bahwa salah satu dari tiga taman tersebut bakal mengusung tema manga Jepang. Meski spekulasi mengenai wahana Dragon Ball Z sempat menyeruak di kalangan media, pihak pengembang belum mengumumkan secara resmi waralaba spesifik yang akan diusung, begitu pula dengan konsep untuk dua taman hiburan lainnya.

Gagasan mengenai tempat rekreasi tematik ini tidak muncul secara mendadak. Seperti dilansir Daily Sabah, seorang penasihat kepresidenan Istana Elysee mengungkapkan bahwa proyek ini berawal dari perbincangan antara Emmanuel Macron dan Mohammed bin Salman di Riyadh pada Desember 2024. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara menemukan kecintaan dan kegemaran yang sama terhadap manga, khususnya waralaba Dragon Ball Z.

Proyek pembangunan di kawasan Val-d'Oise ini bakal digarap secara bertahap dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Meski jadwal pembukaan resmi belum diumumkan ke publik, kesepakatan ini menjadi langkah awal dari realisasi wahana impian bagi para penggemar budaya populer Jepang. Kehadiran wahana tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan internasional dari berbagai belahan dunia.

2. Dampak ekonomi besar dan penciptaan puluhan ribu lapangan kerja

potret Presiden Prancis, Emmanuel Macron (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Investasi raksasa dari Arab Saudi ini diprediksi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal Prancis. Proyek rekreasi di Cergy-Pontoise tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 22 ribu tenaga kerja langsung. Angka penyerapan tenaga kerja ini bahkan melampaui capaian Disneyland Paris yang mempekerjakan sekitar 20 ribu orang.

Macron menilai kesepakatan bisnis ini sebagai pencapaian luar biasa dalam menarik modal asing ke kawasannya. Melalui unggahan di media sosial X, sang presiden memuji proyek ini sebagai bukti keberhasilan inisiatif Choose France yang dicanangkan pemerintahannya. "Ini adalah inti dari Choose France: mencari proyek paling ambisius dan menjadikan Prancis sebagai negara tempat proyek tersebut menjadi kenyataan," ujar Macron.

Penandatanganan kerja sama ini juga memperkuat posisi Qiddiya sebagai pemain utama dalam industri hiburan global. Sebagai anak perusahaan Public Investment Fund, Qiddiya memegang peranan kunci dalam mewujudkan diversifikasi ekonomi Arab Saudi. Langkah ekspansi ke Eropa ini memperluas portofolio proyek rekreasi mereka yang sebelumnya berpusat di dekat kawasan Riyadh.

3. Penguatan kerja sama bisnis hingga sorotan terhadap kunjungan diplomatik

potret Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (Saudi Press Agency, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Selain proyek taman rekreasi, kunjungan dua hari Mohammed bin Salman ke Paris juga menghasilkan sejumlah kesepakatan bisnis bernilai tinggi lainnya. Sebagaimana dilansir Al-Monitor, perusahaan logistik maritim Prancis CMA CGM menandatangani kontrak senilai 434 juta dolar AS atau setara Rp7,69 triliun untuk mengembangkan Pelabuhan Islam Jeddah di Laut Merah. Selain itu, grup transportasi kereta api Alstom menyepakati kontrak senilai 580 juta dolar AS atau setara Rp10,28 triliun guna memasok gerbong untuk jaringan Metro Riyadh.

Kunjungan luar negeri pemimpin de fakto Arab Saudi ini terbilang langka karena dia jarang meninggalkan negaranya selain untuk menghadiri KTT internasional. Sebelum melangsungkan pertemuan bilateral di Istana Elysee pada Senin (24/8/2026), kedua pemimpin sempat menghadiri ajang Esports World Cup pada hari sebelumnya. Pertemuan intensif tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas isu-isu strategis kawasan Timur Tengah dan stabilitas geopolitik global.

Meski demikian, kedatangan penguasa Arab Saudi tersebut mendapat kritik keras dari tiga serikat jurnalis di Prancis. Mereka menyoroti penyelidikan hukum yang masih berjalan di Prancis terkait dugaan penyiksaan dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 lalu. Menanggapi kritik tersebut, pihak kepresidenan Prancis menegaskan komitmen mereka dalam menarik investasi asing tanpa bermaksud menggurui mitra bisnisnya. "Tidak pada titik mana pun, ketika kita menarik sebuah proyek, kita berusaha untuk menggurui pihak lain," tegas perwakilan Istana Elysee saat menjawab pertanyaan insan pers.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article