Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tips Memulai Investasi Properti untuk Pemula agar Tetap Untung

4 Tips Memulai Investasi Properti untuk Pemula agar Tetap Untung
ilustrasi properti (unsplash.com/Dillon Kydd)
  • Pemula disarankan mengukur kemampuan finansial, menyiapkan uang muka dan biaya legalitas, serta memilih skema KPR dengan cicilan yang tidak mengganggu arus kas.
  • Pemilihan lokasi strategis dekat fasilitas publik atau kawasan berkembang dapat meningkatkan nilai jual kembali dan daya sewa properti.
  • Sebelum membeli, lakukan survei pasar dan cek reputasi pengembang; mulai dari properti kecil yang modal serta perawatannya lebih terjangkau dan mudah disewakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Investasi properti hingga kini masih menjadi salah satu instrumen favorit yang dipilih oleh banyak orang karena nilainya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bagi para pemula, memulai bisnis properti jelas memerlukan perencanaan yang matang agar tidak salah langkah atau bahkan keliru mengambil keputusan.

Memahami dasar-dasar pasar properti merupakan langkah penting untuk meminimalisir risiko terjadinya kerugian di masa depan. Melalui strategi yang tepat, maka aset yang dibeli pun bisa menjadi sumber pendapatan pasif yang dinilai sangatlah menjanjikan untuk masa depan.

  1. 1. Menentukan anggaran dan skema pembiayaan yang sesuai

    lustrasi investasi properti
    ilustrasi investasi properti (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

    Langkah awal yang sangat penting untuk dilakukan adalah dengan mengukur kemampuan finansialmu secara riil terlebih dahulu sebelum mulai melihat berbagai objek properti. Kamu bisa menghitung total dana yang dimiliki, termasuk untuk keperluan membayar uang muka dan biaya legalitas hukum lainnya.

    Jika memang berencana untuk menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah atau KPR, maka pastikan bahwa cicilan bulannya tidak berpotensi membebani arus kas pribadi. Bagaimana pun juga pemilihan skema pembiayaan yang sehat tentu bisa menjaga agar stabilitas keuangan tetap aman selama masa investasi dilakukan.

  2. 2. Pilih lokasi yang strategis dengan potensi pertumbuhan yang tinggi

    ilustrasi investasi properti
    ilustrasi investasi properti (unsplash.com/Tierra Mallorca)

    Lokasi merupakan sektor penentu utama yang bisa sangat mempengaruhi nilai jual kembali dan juga daya sewa dari sebuah properti di masa depan. Kamu sangat disarankan untuk mencari kawasan yang lokasinya berdekatan dengan berbagai fasilitas publik, seperti sekolah, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga akses transportasi umum lainnya.

    Kawasan yang sedang berkembang biasanya akan menawarkan harga beli yang jauh lebih terjangkau, namun potensi kenaikan nilainya juga tidak kalah pesat. Memilih lokasi yang sesuai akan membuat asetmu menjadi buruan dari para penyewa atau pun pembeli berikutnya, sehingga akan jauh lebih untung.

  3. 3. Melakukan riset pasar dan cek rekam jejak pengembang

    ilustrasi ruko
    ilustrasi ruko (unsplash.com/Suzi Kim)

    Kamu jangan terburu-buru untuk langsung membeli properti hanya karena tergiur oleh tampilan iklan atau pun berbagai promo-promo menarik yang murah di kantong. Lakukan riset terlebih dahulu dan lakukan survei langsung ke lapangan agar bisa melihat bagaimana kondisi fisik bangunan, serta kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya.

    Jika kamu memutuskan untuk membeli properti baru, maka pastikan bahwa reputasi perusahaan pengembangnya benar-benar jelas dan sudah terpercaya. Langkah preventif ini dinilai menjadi bagian penting agar terhindar dari berbagai risiko proyek mangkrak atau masalah legalitas terkait sertifikat di kemudian hari.

  4. 4. Mulai dari properti yang berskala kecil terlebih dahulu

    ilustrasi properti
    ilustrasi properti (unsplash.com/Daria Nepriakhina 🇺🇦)

    Sebagai investor pemula, tentunya memulai investasi dengan membeli aset berkala besar atau mewah jelas memiliki risiko yang cukup tinggi. Kamu mungkin bisa mulai membeli properti sederhana, seperti rumah dengan tipe kecil, kamar kos, hingga apartemen studio yang lebih ramah di kantong dan mudah dikelola.

    Objek properti yang lebih kecil biasanya memerlukan modal awal dan biaya perawatan yang lebih ramah di kantong, sehingga tidak memberatkan. Jenis properti seperti ini juga biasanya akan lebih mudah disewakan kembali, sehingga modal yang dimiliki bisa terus berputar dengan lebih cepat dan efektif.

    Memulai investasi properti memerlukan ketelitian dan kesabaran tinggi agar modal yang ditanamkan semakin membuahkan hasil optimal. Melalui beberapa tips di atas, maka bisa lebih cermat dan percaya diri untuk mulai berinvestasi properti. Lakukan riset terlebih dahulu agar rencana investasi propertimu berlangsung dengan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More