Ilustrasi karyawan perusahaan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy mengatakan, teknologi pengolahan batu bara dapat menghasilkan berbagai produk, mulai dari metanol, amonia, pupuk, DME hingga bensin.
Menurut dia, Afrika Selatan telah lama menggunakan teknologi Coal to Liquid (CTL) melalui Sasol. Jalurnya dimulai dengan mengubah batu bara menjadi synthetic gas (syngas) menggunakan oksigen dan uap air pada suhu serta tekanan tinggi. Syngas yang terdiri atas karbon monoksida dan hidrogen kemudian diproses menjadi metanol.
"Syngas ini kemudian diproses lebih lanjut utk menghasilkan product metanol dan metanol inilah yang kemudian dapat diproses menjadi DME atau gasoline (bensin)," kata dia kepada IDN Times.
Sudirman mengatakan, bahan baku yang cocok berasal dari batu bara berkalori di bawah 4.200 kilokalori per kilogram berdasarkan GAR. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, sumber daya kategori tersebut mencapai sekitar 67,33 miliar ton dari total nasional 97,96 miliar ton.
Cadangannya mencapai sekitar 24,05-24,1 miliar ton dari total 31,95 miliar ton. Sebagian besar berada di Sumatra dan Kalimantan, terutama Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Meski tersedia dalam jumlah besar, Sudirman mengatakan, persoalan keekonomian masih menjadi kendala. Belanja modal dan biaya operasi membuat total biaya produksi masih lebih tinggi dibandingkan harga jual sehingga belum banyak perusahaan swasta yang bersedia masuk.
"Sehingga tidak akan banyak pihak swasta yang berani untuk berinvestasi atau menanamkan modalnya untuk program hilirisasi batu bara ini seperti misalnya pembuatan DME atau bensin dari batu bara ini," tuturnya.
Dia menyarankan, pemerintah memulai proyek tersebut sebagai langkah menghadapi kemungkinan gangguan pasokan energi global. Danantara dapat bekerja sama dengan BUMN, seperti PTBA dan Pertamina untuk menggarap proyek tersebut. Jika proyek pemerintah kemudian berjalan dan memenuhi kelayakan ekonomi, menurut Sudirman, investasi dari sektor swasta dapat mengikuti.