Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Selain WFH, Ini Rekomendasi Buat Hadapi Krisis Energi Global

Selain WFH, Ini Rekomendasi Buat Hadapi Krisis Energi Global
Ilustrasi kenaikan harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • IEA menyerukan langkah darurat global untuk menekan lonjakan harga minyak, termasuk menurunkan batas kecepatan di jalan tol dan mendorong kembali kebijakan kerja dari rumah.
  • Lembaga tersebut merinci sepuluh strategi efisiensi energi, seperti sistem ganjil-genap, carpooling, penggunaan transportasi umum, serta pengalihan LPG untuk kebutuhan prioritas.
  • Rekomendasi IEA bertujuan melindungi ekonomi dan konsumen dari dampak krisis energi akibat konflik di Timur Tengah, dengan beberapa negara mulai menerapkan pembatasan dan subsidi energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Badan Energi Internasional (IEA) mendorong pemerintah di berbagai negara segera mengambil langkah darurat guna meredam lonjakan harga minyak.

Salah satu poin utamanya adalah instruksi untuk menurunkan batas kecepatan di jalan tol serta mendorong masyarakat kembali menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH). Langkah tersebut diambil menyusul ketegangan di Timur Tengah yang memicu gangguan pasokan minyak mentah terbesar dalam sejarah pasar global.

1. Sepuluh strategi menekan konsumsi energi nasional

Foto 6_Ilustrasi Lalu Lintas di Ruas Tol Cipali.JPG
Ilustrasi Tol Cipali (Dok. Cipali)

Dilansir The Guardian, IEA memerinci sepuluh langkah untuk mengurangi permintaan energi, terutama pada sektor transportasi darat yang memiliki tingkat konsumsi bahan bakar paling tinggi.

Lembaga tersebut menyarankan penurunan batas kecepatan di jalan tol minimal 10 km/jam, penerapan sistem pelat nomor ganjil-genap di kota besar, serta penguatan budaya berbagi kendaraan (carpooling).

Selain itu, masyarakat didorong memaksimalkan penggunaan transportasi umum dan bekerja dari rumah jika memungkinkan. Efisiensi juga diminta dilakukan pada operasional kendaraan komersial dan pengurangan perjalanan udara.

IEA merekomendasikan pengalihan penggunaan LPG ke prioritas memasak, penggunaan kompor listrik, hingga langkah teknis bagi fasilitas industri untuk beralih antarbahan baku petrokimia demi membebaskan pasokan LPG.

2. Kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz

Selat Hormuz.
ilustrasi Selat Hormuz (pexels.com/Lara Jameson)

Instruksi tersebut muncul di tengah ketidakpastian konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran di Selat Hormuz. Situasi semakin genting setelah sejumlah infrastruktur energi menjadi sasaran serangan.

Australia, sebagai salah satu anggota IEA, kini mulai waspada terhadap potensi hambatan impor minyak dari pemasok utama di Asia.

Sejauh ini, IEA telah memerintahkan pelepasan cadangan minyak darurat milik pemerintah untuk menyeimbangkan pasar. Namun, mereka menekankan menambah pasokan saja tidak cukup.

Pemerintah perlu fokus pada pengendalian permintaan agar rumah tangga dan pelaku bisnis lebih siap menghadapi krisis energi yang berkepanjangan.

3. Melindungi ekonomi dan konsumen dari dampak krisis

Ilustrasi harga minyak naik
Ilustrasi harga minyak naik (IDN Times/Arief Rahmat)

IEA memperingatkan tanpa penyelesaian konflik yang cepat, dampak terhadap ekonomi global akan semakin buruk. Rekomendasi tersebut disebut langkah nyata yang bisa diambil untuk melindungi konsumen dari guncangan harga.

"Daftar tindakan konkret dan segera yang dapat diambil dari sisi permintaan oleh pemerintah, pelaku usaha, dan rumah tangga untuk melindungi konsumen dari dampak krisis ini," katacDirektur Eksekutif IEA Fatih Birol.

Beberapa negara tercatat sudah mulai bergerak. Austria dan Yunani kini membatasi margin keuntungan para pengecer bahan bakar, sementara Inggris memberikan subsidi energi bagi rumah tangga yang rentan.

Selain itu, kampanye pengurangan konsumsi energi serta pembatasan perjalanan dinas pejabat publik mulai diterapkan di sejumlah negara untuk menekan pengeluaran energi nasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Business

See More