Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Batal Pilih Airbus, Bangladesh Beli 14 Pesawat Boeing

Batal Pilih Airbus, Bangladesh Beli 14 Pesawat Boeing
Boeing (unsplash.com/ Sven Piper)
Intinya Sih
  • Biman Bangladesh Airlines resmi membeli 14 pesawat Boeing senilai sekitar 3,7 miliar dolar AS, terdiri dari delapan 787-10, dua 787-9, dan empat 737-8 MAX.
  • Keputusan beralih dari Airbus ke Boeing diambil untuk memperbaiki hubungan dagang dengan AS serta mengurangi tekanan akibat ketidakseimbangan ekspor-impor antara kedua negara.
  • Pengiriman pesawat dimulai Oktober 2031 hingga November 2035, dengan target total armada Biman mencapai 47 unit pada tahun 2034–2035 guna memperkuat layanan penerbangan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Maskapai penerbangan nasional Biman Bangladesh Airlines resmi menandatangani kesepakatan pembelian 14 pesawat baru dari perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing. Penandatanganan yang dilakukan di Hotel InterContinental Dhaka ini memastikan bahwa Bangladesh batal memilih pesawat buatan Airbus.

Keputusan tersebut tidak hanya didasarkan pada kebutuhan teknis pesawat maskapai. Langkah ini juga diambil untuk memperbaiki hubungan perdagangan dan mengurangi tekanan dari AS terkait selisih nilai ekspor dan impor kedua negara yang mencapai sekitar 6 miliar dolar AS (Rp104,5 triliun).

1. Nilai harga dan jenis pesawat yang dibeli

Berdasarkan daftar harga resmi, nilai kesepakatan ini diperkirakan mencapai 3,7 miliar dolar AS (Rp64,44 triliun). Meski begitu, para pejabat terkait tidak menyebutkan nilai pasti dari kontrak tersebut kepada pihak luar.

Paket pembelian ini mencakup sepuluh unit pesawat berbadan lebar (wide-body) jenis 787 Dreamliner dan empat unit pesawat berbadan sempit (narrow-body) jenis 737 MAX. Rinciannya terdiri dari delapan unit Boeing 787-10, dua unit Boeing 787-9, dan empat unit Boeing 737-8 MAX.

Menteri Negara untuk Penerbangan Sipil dan Pariwisata, M Rashiduzzaman Millat menjelaskan, tujuan utama dari pembelian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pesawat maskapai.

"Pesawat yang kami miliki mungkin terbang ke luar negeri, tetapi standarnya belum internasional. Kami membeli 14 pesawat Boeing ini agar pesawat kami bisa mencapai standar tersebut," kata Menteri M Rashiduzzaman Millat, dilansir The Business Standard.

2. Bangladesh batal pilih Airbus karena urusan dagang dan politik

Kesepakatan ini mengakhiri persaingan panjang antara Boeing dan Airbus untuk mendapatkan pesanan pesawat baru dari maskapai Biman. Sebelumnya, pada masa pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina, Bangladesh sudah berencana membeli 10 pesawat dari Airbus, tetapi kesepakatan akhir tidak pernah ditandatangani.

Perubahan pilihan ini terjadi setelah masa pemerintahan Hasina berakhir pada pertengahan tahun 2024. Pemerintah sementara kemudian memutuskan untuk mengalihkan pilihan ke Boeing. Langkah ini diambil saat Bangladesh berusaha memperbaiki hubungan dagang dengan AS, terutama setelah AS memberikan tarif pajak sebesar 35 persen untuk barang-barang dari Bangladesh.

Millat menegaskan, perjanjian ini memiliki arti yang lebih penting dari sekadar urusan jual beli.

"Ini bukan sekadar perjanjian jual beli antara maskapai Biman dan Boeing, tetapi juga bentuk kerja sama yang kuat antara negara Bangladesh dan AS," kata Menteri M Rashiduzzaman Millat, dilansir Telegraph India.

3. Jadwal pengiriman dan rencana penambahan pesawat

Pengiriman pesawat akan dilakukan secara bertahap. Pesawat pertama dijadwalkan tiba pada bulan Oktober 2031, dan seluruh pesawat ditargetkan sudah diterima secara lengkap pada bulan November 2035.

Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, maskapai Biman menargetkan, jumlah pesawat mereka bertambah menjadi 47 unit pada tahun 2034 hingga 2035. Saat ini, maskapai tersebut baru menggunakan 19 unit pesawat. Jumlah ini dinilai masih kurang dari kebutuhan ideal, yaitu sekitar 30 hingga 35 unit pesawat untuk melayani jumlah penumpang yang terus meningkat.

Direktur Pelaksana dan CEO Biman, Kaizer Sohel Ahmed, meyakini penambahan pesawat ini akan memberikan dampak yang baik bagi perusahaan.

"Pesawat baru yang hemat bahan bakar dan berteknologi canggih ini akan memperbarui pesawat Biman, melancarkan kegiatan operasional, dan menambah jalur penerbangan internasional kami. Hal ini akan memperkuat kedudukan Bangladesh dalam pasar penerbangan dunia," kata Direktur Kaizer Sohel Ahmed.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More