“Karenanya, penguatan CMIM penting agar semakin adaptif dan responsif menghadapi berbagai tantangan,” kata Filianingsih.
BI Dorong Koordinasi Moneter dan Fiskal Jaga Ekonomi Kawasan di AFMGM+3

- Bank Indonesia menegaskan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan dalam Forum ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors' Meeting ke-29.
- Pertemuan ASEAN+3 menyoroti penguatan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai jaring pengaman keuangan regional agar lebih adaptif menghadapi tantangan global.
- AFMGM+3 ke-29 dihadiri negara anggota ASEAN+3 serta lembaga internasional, membahas arah strategis kerja sama ekonomi dan menetapkan Singapura serta Korea sebagai Co-Chairs pertemuan berikutnya.
Jakarta, IDN Times - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal sebagai kunci menjaga ketahanan ekonomi kawasan pada Forum ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors' Meeting (AFMGM+3) ke-29.
“Di saat yang sama, kewaspadaan perlu terus diperkuat melalui kebijakan domestik yang solid dan kerja sama regional,” ujar Filianingsih, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).
1. Komitmen perkuat kerjasama regional
Ia menjelaskan, ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors' Meeting (AFMGM+3) ke-29 menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama keuangan regional. Hal ini dilakukan merespons risiko global akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Pertemuan mengesahkan Updated Strategic Direction of the ASEAN+3 Finance Process sebagai panduan kolaborasi jangka menengah-panjang. Upaya ini akan mempererat sinergi antar inisiatif yang telah berjalan maupun pengembangan area kerja sama baru agar ASEAN+3 Finance Process mampu merespons dinamika perekonomian.
"Pertemuan juga mendorong upaya penguatan dan peningkatan efektivitas Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai jaring pengaman keuangan regional yang merupakan pelengkap Global Financial Safety Net (GFSN)," ungkapnya.
2. Chiang Mai Initiative Multilateralisation berperan sebagai pilar utama jaring pengaman keuangan kawasan

Ia menambahkan, dalam konteks ini, Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) berperan strategis dalam pilar utama jaring pengaman keuangan kawasan.
3. AFMGM+3 merupakan forum tahunan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral
AFMGM+3 merupakan forum tahunan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 untuk membahas perkembangan ekonomi global dan regional serta memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan di kawasan.
Pertemuan ke-29 ini dipimpin oleh Co-Chairs Filipina dan Jepang, serta dihadiri oleh seluruh negara anggota ASEAN bersama Jepang, Korea Selatan, dan China serta perwakilan AMRO, Asian Development Bank (ADB), Sekretariat ASEAN, dan International Monetary Fund (IMF). Pertemuan tahun ini juga diikuti Timor-Leste yang mulai bergabung dalam ASEAN.
Forum ini juga mengapresiasi peran strategis ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) yang selama 10 tahun terakhir berperan sebagai penasihat kebijakan regional dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan. Selanjutnya, Singapura dan Korea akan bertindak sebagai Co-Chairs ASEAN+3 AFMGM+3 ke-30 pada tahun 2027.
![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu akan Mencapai Financial Freedom](https://image.idntimes.com/post/20250809/pexels-pavel-danilyuk-7654621_fcdf0e58-11fe-4e36-b4ca-ee76f6e09991.jpg)




![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Cek Kamu akan Terlahir Jadi CEO atau Karyawan Biasa](https://image.idntimes.com/post/20250411/1000080289-5b24f5a14d3cd8dcd6ed21352b3d81b1-8e79354d356775a53c1f354e2534f81e.jpg)









