Semua Jalan Daerah di Aceh-Sumatra Ditarget Pulih pada Agustus 2027

- Progres perbaikan jembatan daerah baru 43 persen, target penyelesaian Oktober 2028.
- Seluruh jalan dan jembatan nasional sudah fungsional sejak 30 Desember 2025.
- Dukungan TNI, Polri, dan masyarakat setempat untuk percepatan penanganan agar distribusi logistik tidak terganggu.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan penanganan jalan daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah menunjukkan kemajuan. Dari total 2.066 ruas jalan daerah yang rusak akibat bencana tersebut, sekitar 91 persen telah diselesaikan, dengan target penyelesaian seluruhnya pada Agustus 2027.
"Alhamdulillah kami saat ini sudah menyelesaikan kurang lebih 91 persen dan target besarnya adalah kita selesai semua untuk jalan itu di Agustus 2027," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
1. Jembatan daerah tertinggal dengan progres baru 43 persen

Dody menjelaskan, penanganan 779 jembatan daerah masih menghadapi tantangan karena sebagian berada di wilayah terpencil. Hingga kini, progres perbaikan jembatan daerah baru mencapai sekitar 43 persen.
"Progres kami baru 43 persen, dan target besarnya adalah kita bisa menyelesaikan semua di Oktober 2028. Ini target paling lama," ujar dia.
2. Jalan dan jembatan nasional sudah fungsional

Dody menyebut, untuk infrastruktur nasional terdapat 99 ruas jalan nasional dan sekitar 33 jembatan nasional yang terdampak bencana di tiga provinsi. Seluruh jalan dan jembatan nasional tersebut telah berfungsi secara fungsional.
"Alhamdulillah 30 Desember 2025, jalan dan jembatan nasional secara fungsional sudah berfungsi penuh," paparnya.
3. Dikebut agar distribusi logistik tidak terganggu

Menurut Dody, percepatan penanganan jalan dan jembatan nasional dilakukan dengan dukungan TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Itu dilakukan agar distribusi logistik dan bahan bakar ke wilayah terdampak tidak mengalami gangguan.
"Karena kami juga diwanti-wanti Pak Presiden agar jangan sampai logistik dan bahan bakar itu suplainya terganggu ke daerah-daerah yang terdampak," kata Dody.

















