M Yusuf, Anggota Kelompok Tani Sinar Cabe sekaligus petani Binaan Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra menunjukkan metode pertanian buah naga. Ia adalah salah satu petani buah naga di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi (25/6/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Pendampingan yang dilakukan Astra tidak hanya membantu petani menjual hasil panen, tetapi juga meningkatkan nilai produk yang dihasilkan. Buah naga organik yang mereka budidayakan kini memiliki daya simpan lebih lama, bahkan bisa bertahan hingga 21 hari setelah dipanen.
Tidak hanya itu, buah-buah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini juga bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Buah naga yang mengalami kerusakan ringan diolah menjadi produk buah naga kering melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
Bagi Sumartini, perubahan terbesar bukan hanya soal harga yang lebih baik, melainkan rasa percaya diri petani dalam menentukan masa depan usahanya sendiri. Jika dahulu panen raya identik dengan kepanikan karena pasar penuh, kini mereka memiliki kepastian pembeli dan jadwal pengiriman yang rutin.
"Dampaknya, petani pendapatannya lebih baik dibanding sebelum didampingi. Sekarang kita punya pasar sendiri, punya harga tawar, dan tahu ke mana produk akan dijual," ujarnya.
Di tengah hamparan kebun buah naga Banyuwangi, perubahan itu tumbuh perlahan seperti bunga yang mekar di malam hari. Dari buah yang dulu kerap terbuang, kini lahir harapan baru bagi para petani yang belajar bahwa bertani bukan hanya soal menanam, tetapi juga memahami ke mana hasil panen akan berlabuh. Selain buah organik, para petani juga dibina untuk membuat Sale Buah Naga dan Bagiak Buah Naga.
Program pembinaan ini juga menghasilkan berbagai output bagi petani. Pertama, petani jadi memiliki panduan dalam budidaya buah naga yang sesuai dengan standarisasi organik. Kedua, pembuatan pupuk dan agensi hayati, petani diajarkan mengetahui prosedur pembuatan pupuk majemuk serta trichoderma untuk pengendalian jamur. Ketiga, penanganan hama dan penyakit, para petani diberikan pemahaman prosedur pembuatan bubur bordeaux untuk pengendalian cacar maupun busuk batang. Keempat, manajemen kebun dan gudang kerja.
Berdasarkan data Yayasan Astra-YDBA, selama periode 2022 hingga 2025, kelompok tani Sinar Cabai sudah mengekspor total 6,8 ton buah naga ke Singapura dan Hong Kong melalui PT Nusa Tropical Indonesia. Sementara kerja sama produk olahan dilakukan dengan PT Oreng Osing untuk Sale Buah Naga sejak Maret 2024 sebanyak 20 ton. Kemudian, produk olahan buah kering dilakukan lewat Herbor.id dengan penjualan di pasar domestik sejak September 2024 sebanyak 350 kg.
Ketua Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo memastikan, pihaknya mendukung Program Desa Sejahtera Astra di Banyuwangi dalam mendampingi petani buah naga di Desa Sumbermulyo melalui pendirian Pusat Pendampingan UMKM (PPU) Banyuwangi, Jawa Timur.
Di mana PPU ini menjalankan program pelatihan dan pendampingan Mentalitas Dasar maupun teknis agar petani dalam proses budi daya maupun hasil panennya dapat memenuhi standar Quality, Cost, dan Delivery (QCD) pasar modern lokal maupun luar negeri.
"Selain itu, fasilitasi pasar juga dilakukan agar petani dapat menjadi bagian dari rantai pasok ekosistem produk buah naga dan turunannya," ucap dia.