Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pidato Kenegaraan Prabowo Ditunggu, Anggota DPR Soroti Lapangan Kerja

Pidato Kenegaraan Prabowo Ditunggu, Anggota DPR Soroti Lapangan Kerja
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad. (IDN Times/Triyan)
  • Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menunggu pidato Presiden Prabowo untuk menegaskan strategi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkualitas.
  • Ia meminta pemerintah menjelaskan penerapan amanat konstitusi tentang hak atas pekerjaan, termasuk jumlah serta sektor lapangan kerja dari setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen.
  • Kamrussamad juga menyoroti hilirisasi dan berharap Danantara sebagai sovereign wealth fund menjadi motor pertumbuhan baru, melengkapi ketergantungan pada APBN serta investasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Menurut Kamrussamad, masyarakat perlu mendengar bagaimana pemerintah menerjemahkan amanat Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

"Bagaimana seorang kepala negara mentransmisikan Pasal 27 Ayat 2 di dalam konstitusi tersebut sebagai titipan amanah dari para pendiri bangsa kita dalam strategi kebijakan pembangunan nasional. Ini yang kita mau dengar di tahun kedua dalam pidato kenegaraan ini," kata Kamrussamad.

Dari sisi ekonomi, Kamrussamad menyebut ada dua hal yang menjadi perhatian Komisi XI DPR. Salah satunya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi mampu menghasilkan lapangan kerja baru.

Dia mengatakan, setiap pertumbuhan ekonomi sebesar satu persen secara teori dapat menciptakan lebih dari 900 ribu lapangan kerja baru. Karena itu, pemerintah perlu menjelaskan sektor-sektor yang menjadi sumber penciptaan lapangan kerja tersebut.

“Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen haruslah bisa menciptakan lapangan kerja. Berapa angka lapangan kerja yang tercipta? Di sektor mana saja?” kata dia.

Selain itu, Kamrussamad menyoroti implementasi kebijakan hilirisasi yang selama ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Dia berharap kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dapat menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, selama ini pertumbuhan ekonomi masih banyak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta investasi dari dalam dan luar negeri.

“Dengan adanya Danantara sebagai sovereign wealth fund, kita harapkan bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru yang berkualitas,” ujar dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More