Jakarta, IDN Times - Perusahaan keamanan siber StormWall melaporkan adanya kenaikan serangan DDoS sebesar 62 persen terhadap organisasi di Indonesia pada kuartal I-2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, StormWall telah menangani lebih dari 280 ribu serangan yang menyasar organisasi di tanah air, atau setara dengan kisaran 3.100 serangan setiap harinya.
Sebagian besar serangan di Indonesia, yaitu sekitar 70 persen, didasari oleh motif finansial, dan 41 persen di antaranya memuat tuntutan uang tebusan. Persentase tersebut melampaui rata-rata global yang hanya berada di angka sekitar 30 persen.
“Di Indonesia, serangan DDoS lebih berkaitan dengan uang daripada politik,” kata pendiri dan CEO StormWall Ramil Khantimirov dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Data tersebut menjadi sorotan sebab pada tingkat global, aksi peretasan yang didorong oleh isu politik atau hacktivisme justru lebih mendominasi dibandingkan serangan komersial pada kuartal I-2026 akibat imbas konflik di Timur Tengah.
