Pernah merasa ukuran produk favoritmu semakin kecil atau kualitasnya tidak lagi sama, padahal harganya tetap? Fenomena ini bukan sekadar perasaan, melainkan strategi yang semakin sering digunakan perusahaan untuk menghadapi kenaikan biaya produksi tanpa menaikkan harga secara terang-terangan. Dua istilah yang kerap muncul dalam konteks ini adalah shrinkflation dan skimpflation, yang sama-sama dapat mengurangi nilai yang diterima konsumen meski dengan cara berbeda.
Sekilas keduanya tampak serupa karena sama-sama mengurangi nilai yang diterima pembeli, tetapi dampaknya terhadap kepuasan dan daya beli konsumen bisa sangat berbeda. Lantas, mana yang sebenarnya lebih merugikan konsumen? Simak perbedaan shrinkflation dan skimpflation berikut agar kamu bisa menjadi pembeli yang lebih cermat.
