Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Siapa yang Senang saat Inflasi Terjadi? Ini 4 Pihak Diuntungkan

Siapa yang Senang saat Inflasi Terjadi? Ini 4 Pihak Diuntungkan
ilustrasi inflasi (pexels.com/Khancit Khirisutchalual)
Intinya Sih
  • Peminjam diuntungkan saat inflasi karena nilai riil utang menurun, membuat beban pembayaran terasa lebih ringan terutama pada pinjaman dengan bunga tetap.
  • Pemilik aset berwujud seperti tanah, properti, dan emas memperoleh keuntungan karena nilai aset mereka naik seiring kenaikan harga pasar.
  • Pengusaha, pedagang, dan eksportir bisa meraih laba lebih besar dari stok lama serta konversi mata uang asing yang menguat akibat pelemahan nilai tukar lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Inflasi sering dianggap sebagai kondisi ekonomi yang merugikan masyarakat. Pasalnya, harga barang dan jasa terus mengalami kenaikan sehingga daya beli masyarakat bisa menurun. Tidak heran jika banyak orang khawatir ketika tingkat inflasi mulai meningkat dalam suatu negara.

Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua pihak dirugikan saat inflasi terjadi? Dalam kondisi tertentu, ada beberapa kelompok yang justru bisa memperoleh keuntungan dari kenaikan harga tersebut. Keuntungan ini biasanya muncul karena perubahan nilai uang, harga aset, maupun aktivitas bisnis yang mereka jalankan. Lalu, siapa yang diuntungkan jika terjadi inflasi? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Peminjam atau debitur

Ilustrasi bank
Ilustrasi bank (unsplash.com/Jonathan Cooper)

Salah satu pihak yang paling sering disebut diuntungkan saat inflasi adalah peminjam atau debitur. Hal ini terjadi karena nilai uang yang harus dikembalikan menjadi lebih rendah dibandingkan saat pertama kali meminjam. Sebagai contoh, seseorang meminjam uang sebesar Rp100 juta untuk jangka waktu lima tahun. Ketika inflasi terus meningkat selama periode tersebut, nilai riil uang Rp100 juta di masa depan tidak lagi sama dengan nilai Rp100 juta saat pinjaman diberikan.

Dengan kata lain, debitur membayar utangnya menggunakan uang yang daya belinya lebih rendah dibandingkan ketika pinjaman dibuat. Kondisi ini membuat beban utang terasa lebih ringan, terutama jika pendapatan mereka ikut meningkat mengikuti laju inflasi. Meski begitu, keuntungan ini lebih terasa pada pinjaman dengan bunga tetap. Jika suku bunga pinjaman ikut naik secara signifikan, manfaat yang diperoleh debitur bisa berkurang.

2. Pemilik aset berwujud

ilustrasi properti
ilustrasi properti (pexels.com/Monstera Production)

Pemilik aset berwujud juga termasuk kelompok yang berpotensi mendapatkan keuntungan saat inflasi terjadi. Aset berwujud yang dimaksud antara lain tanah, properti, emas, hingga berbagai barang bernilai lainnya. Ketika harga-harga di pasar naik, nilai aset tersebut biasanya ikut mengalami kenaikan. Misalnya, harga rumah yang dibeli beberapa tahun lalu dapat meningkat cukup tinggi saat inflasi berlangsung dalam jangka panjang.

Begitu pula dengan emas yang sering dianggap sebagai salah satu instrumen pelindung nilai terhadap inflasi. Saat nilai mata uang menurun, harga emas cenderung bergerak naik sehingga pemiliknya bisa memperoleh keuntungan dari kenaikan harga tersebut. Karena alasan inilah banyak investor memilih menyimpan sebagian kekayaannya dalam bentuk aset fisik untuk menjaga nilai kekayaan mereka dari dampak inflasi.

3. Pengusaha dan pedagang

ilustrasi working capital bisnis
ilustrasi working capital bisnis (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Pengusaha maupun pedagang juga bisa menjadi pihak yang diuntungkan dalam kondisi inflasi tertentu. Keuntungan ini biasanya muncul ketika mereka memiliki stok barang yang dibeli dengan harga lama sebelum kenaikan harga terjadi. Sebagai ilustrasi, seorang pedagang membeli stok produk saat harga masih rendah. Ketika inflasi menyebabkan harga barang di pasar meningkat, stok tersebut dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Selisih antara harga beli lama dan harga jual baru bisa meningkatkan margin keuntungan. Semakin besar kenaikan harga yang terjadi, semakin besar pula potensi keuntungan yang diperoleh. Namun, kondisi ini tidak selalu berlaku untuk semua bisnis. Jika biaya produksi, bahan baku, atau distribusi naik terlalu cepat, keuntungan pengusaha bisa ikut tertekan. Oleh karena itu, kemampuan mengelola biaya menjadi faktor penting saat menghadapi inflasi.

4. Eksportir

Ilustrasi peti ekspor
Ilustrasi peti ekspor (pexels.com/Chanaka E)

Eksportir juga termasuk kelompok yang sering memperoleh manfaat dari inflasi, terutama jika kondisi tersebut diikuti pelemahan nilai mata uang lokal. Ketika harga barang di pasar internasional tetap stabil, pendapatan yang diterima eksportir dalam mata uang asing akan memiliki nilai yang lebih tinggi saat dikonversi ke mata uang lokal. Hal ini membuat pendapatan mereka meningkat tanpa harus menaikkan harga produk di luar negeri.

Sebagai contoh, perusahaan yang menjual produk ke luar negeri menerima pembayaran dalam dolar Amerika Serikat. Jika nilai mata uang lokal melemah akibat inflasi, jumlah uang yang diterima setelah dikonversi menjadi lebih besar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan keuntungan perusahaan eksportir dan membuat produk mereka lebih kompetitif di pasar global. Tidak heran jika sektor ekspor sering dianggap sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan ketika inflasi dan pelemahan mata uang terjadi secara bersamaan.

Inflasi memang sering dikaitkan dengan kenaikan harga dan penurunan daya beli masyarakat. Namun, di balik dampak negatif tersebut, ada beberapa pihak yang justru berpotensi memperoleh keuntungan.

Peminjam mendapat manfaat karena nilai riil utang menjadi lebih rendah, pemilik aset berwujud menikmati kenaikan nilai aset, pengusaha dan pedagang bisa memperoleh margin lebih besar dari stok lama, sedangkan eksportir berpotensi meningkatkan pendapatan dari hasil konversi mata uang asing. Karena itu, memahami siapa yang diuntungkan jika terjadi inflasi dapat membantu kamu mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat di tengah perubahan kondisi ekonomi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More