ilustrasi pabrik (IDN Times/Muhammad Surya)
Dalam kerja sama tersebut, materi pembekalan dan pelatihan kesiapan kerja dapat diselaraskan dengan kebutuhan industri. Peserta didik juga dapat mengikuti kunjungan ke pabrik dan industri.
Praktisi industri dapat terlibat sebagai narasumber, instruktur, mentor, penguji, dan pemberi umpan balik. Kerja sama ini juga mencakup pelatihan, pembekalan, asesmen, sertifikasi kompetensi, magang, dan praktik kerja lapangan.
Untuk penyiapan tenaga kerja, koordinasi dilakukan dengan SMK dan Bursa Kerja Khusus (BKK). Peserta didik dan lulusan dapat memperoleh informasi lowongan, bimbingan karier, pemadanan kompetensi, proses seleksi, hingga fasilitasi penempatan kerja.
Rekrutmen yang difasilitasi melalui kerja sama tersebut diarahkan berlangsung secara objektif, transparan, inklusif, dan nondiskriminatif. Pelamar juga tidak dikenai pungutan.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengatakan pendidikan kejuruan perlu mengikuti perkembangan dan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri. Karena itu, kurikulum SMK dinilai perlu bersifat adaptif dan dinamis serta terintegrasi dengan standar kompetensi yang dibutuhkan.
Program NGOPENI SMK mencakup penyiapan lulusan agar memiliki karakter, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi tantangan, bertahan, dan berkembang di dunia industri.