Harga Minyak Dunia Sentuh 93 Dolar AS per Barel

- Harga minyak mentah Brent tercatat 93,501 dolar AS per barel pada Jumat, meski turun secara harian dan bulanan.
- Brent masih naik 38,06 persen secara tahunan dan 7,36 persen dalam sepekan, menurut data Trading Economics.
- Konflik AS-Iran serta gangguan infrastruktur energi Rusia disebut menambah tekanan pada pasar minyak global.
Jakarta, IDN Times - Harga minyak mentah Brent tercatat di level 93,501 dolar AS per barel pada Jumat (21/8/2026) pukul 11.30. Harga Brent turun 0,30 persen pada perdagangan harian dan 0,59 persen dalam sebulan.
Berdasarkan data Trading Economics, secara tahunan, harga Brent masih tercatat naik 38,06 persen. Sementara dalam sepekan, Brent naik 7,36 persen.
"Minyak mentah Brent diperdagangkan di atas 93 dolar AS per barel pada Jumat dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut, naik lebih dari 5 persen sejauh pekan ini," demikian dikutip IDN Times, Jumat (21/8/2026).
1. Harga minyak naik di tengah konflik AS-Iran

Ilustrasi politik kekuatan militer dalam percaturan geopolitik global, ketika rivalitas negara-negara besar membentuk dinamika dunia multipolar. Gambar dibuat menggunakan Open AI karena keterbatasan stok yang ada. Kenaikan harga minyak terjadi di tengah konflik AS-Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kedua negara disebut masih terlibat perselisihan terkait Selat Hormuz.
Amerika Serikat disebut tengah berupaya mengisolasi perekonomian Iran melalui langkah yang oleh Presiden AS Donald Trump disebut sebagai "economic D-day". Rincian inisiatif tersebut dijadwalkan disampaikan pada Senin.
Langkah yang diusulkan mencakup pemutusan Iran dari sejumlah jalur keuangan dan perdagangan internasional, termasuk bank, perusahaan, pendaftaran kapal, transfer tunai, serta jaringan penyelundupan.
"Washington bertujuan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dan mendorong Teheran menuju negosiasi mengenai konflik, program nuklirnya, serta kendali atas Hormuz," tulis Trading Economics.
2. Gangguan infrastruktur Rusia ikut tekan pasar

Ilustrasi sumur minyak. (IDN Times/Arief Rahmat) Trading Economics juga menyebut serangkaian serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia menyebabkan kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi faktor lain yang disebut memberikan tekanan terhadap pasar minyak global.
"Serangkaian serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah, sehingga menambah tekanan terhadap pasar minyak global," tulis Trading Economics.
3. Harga minyak mentah lainnya

ilustrasi minyak dan OPEC (IDN Times/Arief Rahmat) Selain Brent, harga crude oil tercatat 86,478 dolar AS per barel. Harga tersebut turun 0,41 persen pada hari yang sama dan 0,41 persen dalam sebulan. Secara tahunan, crude oil naik 35,84 persen.
Sementara itu, natural gas berada di 2,7482 dolar AS dengan kenaikan harian 0,56 persen. Dalam sebulan, harganya turun 5,98 persen dan secara tahunan turun 1,78 persen.
Gasoline tercatat 3,2624 dolar AS, turun 0,02 persen secara harian dan 4,47 persen secara bulanan. Namun, secara tahunan harganya naik 51,19 persen.





















