Strategi tersebut terlihat dari cara Berkshire Hathaway mengelola portofolionya dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini sempat meningkatkan kepemilikan kas ketika pasar terus menguat dan baru mulai menggunakan sebagian dana tersebut untuk pembelian tertentu. Dari pendekatan tersebut, ada beberapa prinsip yang dapat dipahami investor ketika menghadapi bear market.
4 Strategi Warren Buffett saat Bear Market Melanda Pasar Saham

- Strategi Buffett saat bear market menekankan kepemilikan bisnis berkualitas; penurunan harga saham perlu dibedakan dari memburuknya fundamental dan prospek perusahaan.
- Berkshire meningkatkan kas dan investasi jangka pendek hingga mendekati US$397 miliar pada awal 2026, memberi likuiditas untuk membeli aset saat valuasinya lebih menarik.
- Investor disarankan tidak mengejar momentum atau menebak titik terendah pasar, melainkan disiplin membeli bisnis berkualitas secara berkala sesuai rencana investasi.
Pasar saham tidak selalu bergerak naik dalam jangka panjang. Setelah periode kenaikan yang panjang, investor tetap perlu memahami cara menghadapi penurunan pasar tanpa mengambil keputusan secara terburu-buru. Salah satu pendekatan yang sering dikaitkan dengan Warren Buffett adalah tetap fokus pada nilai bisnis dan peluang jangka panjang.
1. Tetap berinvestasi pada bisnis berkualitas

ilustrasi laporan keuangan (pexels.com/RDNE Stock project) Warren Buffett tidak dikenal sebagai investor yang menyarankan menjual seluruh saham ketika pasar memasuki periode penurunan. Sebaliknya, pendekatannya menekankan kepemilikan bisnis berkualitas yang memiliki keunggulan kompetitif dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Penurunan harga saham tidak otomatis mengubah kualitas sebuah perusahaan jika fundamental bisnisnya tetap kuat.
Prinsip tersebut membuat investor perlu membedakan antara penurunan harga dan memburuknya bisnis. Ketika pasar turun, harga saham dapat bergerak jauh lebih rendah karena sentimen investor, meskipun kinerja perusahaan belum berubah secara signifikan. Karena itu, kondisi fundamental dan prospek bisnis tetap penting untuk diperhatikan sebelum mengambil keputusan investasi.
2. Siapkan kas untuk menunggu peluang

ilustrasi memegang uang (pexels.com/Andrea Piacquadio) Kas menjadi bagian penting dalam strategi Warren Buffett ketika harga aset di pasar belum terlihat menarik. Berkshire Hathaway sempat meningkatkan kas dan investasi jangka pendeknya hingga mendekati US$397 miliar pada awal 2026. Dana tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan pembelian ketika muncul aset dengan harga yang dianggap lebih menarik.
Bagi investor individu, konsepnya tidak harus diterapkan dengan menyimpan sebagian besar portofolio dalam bentuk kas. Intinya adalah memiliki likuiditas yang cukup sehingga kita tidak terpaksa menjual aset atau kehilangan kesempatan ketika pasar mengalami penurunan. Dengan dana yang tersedia, penurunan harga juga dapat dilihat sebagai peluang untuk mengevaluasi aset dengan harga yang lebih rendah.
3. Jangan terjebak mengejar momentum

ilustrasi memantau pasar (magnific.com/standret) Kenaikan pasar yang panjang dapat membuat investor merasa harus terus membeli aset yang sedang mengalami peningkatan harga. Buffett justru menunjukkan kesediaan untuk menunggu ketika harga belum memberikan peluang yang menarik. Berkshire Hathaway bahkan tercatat menjadi penjual bersih saham selama 14 kuartal berturut-turut sebelum kembali mulai menempatkan dana pada sejumlah pembelian.
Sikap tersebut menunjukkan pentingnya disiplin dalam menentukan harga yang masuk akal. Investor tidak harus mengikuti setiap kenaikan harga hanya karena aset tersebut sedang populer di pasar. Menunggu kesempatan yang sesuai dengan tujuan dan valuasi dapat menjadi bagian dari strategi, terutama ketika ekspektasi pasar sudah sangat tinggi.
4. Hindari mencoba menebak titik terendah

ilustrasi grafik dalam market (pexels.com/AlphaTradeZone) Menentukan kapan pasar sudah mencapai titik terendah bukan perkara mudah. Harga saham dapat kembali turun setelah sempat menguat, sehingga keputusan untuk menjual lalu membeli kembali pada waktu yang tepat membutuhkan ketepatan yang sulit dilakukan secara konsisten. Pergerakan pasar yang cepat juga membuat investor berisiko kehilangan sebagian kenaikan jika terlalu lama menunggu kondisi yang dianggap benar-benar aman.
Pendekatan Warren Buffett lebih menekankan kesabaran dan konsistensi dalam berinvestasi. Investor dapat tetap membeli bisnis berkualitas secara berkala sesuai rencana tanpa harus menunggu pasar mencapai titik terendah. Sebagian dana juga dapat disiapkan untuk memanfaatkan peluang ketika harga saham turun ke tingkat yang lebih menarik.
Penurunan pasar bukan berarti semua saham kehilangan nilainya sebagai bisnis. Bagi investor dengan pandangan jangka panjang, periode tersebut justru dapat menjadi waktu untuk kembali melihat harga, fundamental, dan prospek perusahaan secara lebih rasional. Prinsip inilah yang membuat kesabaran menjadi bagian penting dalam strategi investasi Warren Buffett.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















