Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sulawesi Tengah Dominasi Investasi Hilirisasi 2025, Capai Rp110 T

Sulawesi Tengah Dominasi Investasi Hilirisasi 2025, Capai Rp110 T
ilustrasi investasi (freepik.com/jcomp)
Intinya sih...
  • Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah didorong oleh Morowali dan Morowali Utara yang didominasi komoditas nikel, menciptakan lapangan kerja, dan mendongkrak perekonomian lokal.
  • Maluku Utara menempati posisi kedua investasi hilirisasi terbanyak setelah Sulawesi Tengah, diikuti oleh Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.
  • Realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun sepanjang 2025, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) mencatat Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan nilai investasi terbesar di sektor hilirisasi, yaitu sebesar Rp110 triliun pada 2025.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengatakan, tingginya investasi di sektor hilirisasi turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut berada di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini berkat faktor hilirisasi yang juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Misalnya, di Sulawesi Tengah, saat ini pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5 persen. Wilayah ini mampu mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen,” ucap Rosan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, dikutip Jumat (16/1/2026).

1. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah ditopang oleh dua wilayah

Sulawesi Tengah Dominasi Investasi Hilirisasi 2025, Capai Rp110 T
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Rosan mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah didorong oleh dua wilayah utama, yaitu Morowali dan Morowali Utara, yang didominasi oleh komoditas nikel. Hal ini menyebabkan hilirisasi dalam jumlah besar. Selain menciptakan lapangan kerja, hilirisasi juga mendongkrak perekonomian lokal.

“Investasi terkonsentrasi di dua daerah ini karena potensi sumber daya alam yang besar. Dengan hilirisasi, perekonomian Sulawesi Tengah meningkat tajam,” ujar Rosan.

2. Maluku Utara tempati posisi kedua investasi hilirisasi terbanyak

Sulawesi Tengah Dominasi Investasi Hilirisasi 2025, Capai Rp110 T
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani saat menjadi narasumber di acara Semangat Awal Tahun 2026 di IDN HQ, Jakarta, Rabu (14/1). (Dok. IDN)

Sementara itu, empat provinsi lain yang juga mencatatkan realisasi investasi hilirisasi besar adalah Maluku Utara dengan nilai Rp 74,8 triliun, Jawa Barat Rp 71,4 triliun, Banten Rp 41,3 triliun, dan Jawa Timur dengan Rp 36,7 triliun.

“Secara keseluruhan, provinsi Sulawesi Tengah dan Maluku Utara mendominasi sektor hilirisasi tahun ini,” ucap Rosan.

3. Realisasi investasi di sektor hilirisasi capai Rp584,1 triliun

ilustrasi hilirisasi area pertambangan (Unsplash.com/Dominik Vanyi)
ilustrasi hilirisasi area pertambangan (Unsplash.com/Dominik Vanyi)

Secara keseluruhan realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 43,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kinerja positif ini, pemerintah bertekad terus menggenjot hilirisasi komoditas ekspor sumber daya alam agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Ini nilai tambah yang kita mau capture di Indonesia. Kenapa mau kita capture? Karena memang dampak secara ekonomi berkali-kali lipat,” ujar Rosan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Konsep Dasar Bisnis yang Wajib Dipahami Pebisnis Pemula

16 Jan 2026, 15:15 WIBBusiness