Membuka usaha sering menjadi pilihan ketika mencari pekerjaan kantoran sangat sulit, kena PHK, atau gaji sebagai karyawan dirasa kurang. Dengan membuka usaha, diharapkan ada peluang untuk punya pendapatan tanpa batasan. Memiliki usaha sendiri juga cocok untukmu yang gak suka disuruh-suruh oleh atasan.
11 Tantangan saat Buka Usaha, Kudu Siap Modal dan Mental

- Membuka usaha dapat menjadi pilihan saat sulit mencari kerja, terkena PHK, atau menginginkan pendapatan lebih besar, tetapi membutuhkan kesiapan modal dan mental.
- Pengusaha pemula menghadapi risiko kekurangan modal, promosi yang kurang berani, usaha sepi, komplain konsumen, stok macet, serta kenaikan biaya operasional.
- Tantangan lain mencakup partner tidak terpercaya, komentar negatif, penipuan, fitnah pesaing, dan keterbatasan merekrut karyawan meski beban kerja meningkat.
Namun, hindari hanya membayangkan enaknya punya usaha sendiri. Kamu menjadi bos bagi diri sendiri, bahkan bagi sejumlah orang. Gak mungkin juga kamu kena layoff.
Akan tetapi, menjalankan usaha juga bukan perkara gampang. Tantangan saat buka usaha pun banyak. Dirimu kudu siap menghadapi 11 tantangan berikut supaya semangat berusaha gak gampang melemah di tengah perjalanan.
1. Gak punya atau kekurangan modal

Sedikit-banyak bikin usaha butuh modal. Sebaiknya memang usaha pemula tidak bermodal besar. Akan tetapi, kamu tetap harus memutar otak bila uang yang dimiliki masih lebih kecil daripada kebutuhan modal usaha. Jika harus meminjam, pastikan gak berbunga tinggi. Bahkan sebisa mungkin bunganya nol persen.
2. Malu-malu mau promosi

Untukmu yang pemalu, merintis usaha menjadi tambah sulit karena rasa ragu-ragu untuk mempromosikannya. Masalahnya, bila usaha baru tidak gencar dipromosikan, pasti sukar berkembang. Kamu kudu melawan rasa malu tersebut demi membesarkan usaha.
3. Usaha sepi, modal gak balik

Selama ini kamu melihat banyak usaha yang ramai terus. Dirimu mengira pasti mudah menjalankan usaha apa pun. Faktanya, usaha yang direncanakan dengan sungguh-sungguh pun dapat sepi peminat. Bila ini berjalan cukup lama, modalmu gak bisa balik dan sulit meneruskan usaha.
4. Menghadapi komplain konsumen

Di dunia usaha, konsumen memang seperti ditakdirkan buat sering mengajukan komplain. Jangan kaget kalau dirimu lebih sering kena komplain daripada dapat pujian dari mereka. Mentalmu kudu kuat. Apabila kamu bisa merespons komplain dengan baik, pasti kepuasan konsumen perlahan-lahan meningkat.
5. Stok macet

Stok di sini bisa berarti stok produk yang siap dijual atau bahan bakunya. Apabila pasokan keduanya terhambat, artinya gak ada barang untuk dibuat dan dijual. Usaha menjadi tidak berjalan meski permintaan sebenarnya banyak. Pun seringnya stok habis bikin konsumen malas kembali datang. Bahkan saat stok telah kembali penuh.
6. Dikhianati partner

Membuka usaha sendirian kadang sulit karena keterbatasan modal, tenaga, serta skill. Kian besar skala usaha yang dibangun, rekan usaha kian diperlukan. Namun, kamu harus sangat berhati-hati dalam memilih partner usaha. Sebab jika sampai dirimu dikhianati olehnya, usaha dapat seketika tutup. Pengkhianatan oleh orang dalam jauh lebih berbahaya daripada kecurangan pihak luar atau kompetitor.
7. Menghadapi komentar orang

Sangat sulit untuk membuat orang-orang di sekitarmu tidak berkomentar. Apalagi ketika kamu sedang merintis usaha dan jenis usahanya gak terlihat keren. Pasti tak sedikit orang yang berkomentar negatif. Apabila mentalmu gampang down, bisa-bisa usaha batal berjalan.
8. Jadi target penipuan

Modus penipuannya bisa macam-macam. Salah satu modus yang paling sering dilancarkan ke pengusaha baru ialah kerja sama berujung zonk. Contohnya, kamu mendapatkan pesanan sekian banyak, tapi ternyata cuma dibayar separuh. Dirimu wajib sangat berhati-hati baik dalam menerima permintaan maupun penawaran.
9. Fitnah keji

Di dunia usaha, fitnah keji biasanya dilancarkan oleh pengusaha yang menganggapmu saingan berat. Misalnya, kamu berjualan makanan halal tetapi disebut tidak halal. Beritanya cepat sekali tersebar dan bisa meruntuhkan usahamu dalam semalam.
Cobalah mengantisipasi fitnah yang masih bisa diprediksi. Seperti fitnah soal kehalalan produk yang dapat dicegah sejak awal dirimu telah mengurus sertifikasi halal. Kamu juga bisa pakai konsep dapur terbuka sehingga semua proses memasak dapat secara langsung disaksikan pengunjung.
10. Sudah kewalahan tapi belum bisa menambah karyawan

Ketika kamu mulai kewalahan mengurus usaha, artinya usaha telah berkembang lebih jauh. Akan tetapi, perkembangan ini belum tentu membuatmu mampu cepat-cepat menambah karyawan. Gaji satu karyawan, misalnya, 2 juta rupiah.
Sementara pertambahan omzet yang bisa dialokasikan untuk gaji karyawan baru cuma di angka 1 jutaan. Artinya, omzet masih harus digenjot lagi sampai dapat menggaji satu karyawan secara layak. Padahal, belum tentu bulan-bulan berikutnya penjualan stabil, apalagi meningkat.
11. Kenaikan harga bahan baku, listrik, gas, dan bahan bakar

Semua usaha pasti akan terpengaruh kalau terjadi kenaikan harga seperti di atas. Bahkan kenaikan harga 1.000 rupiah saja sudah berefek, apalagi jika lebih dari itu dan meliputi berbagai komponen. Kalau semua kenaikannya dijumlahkan, menjadi banyak. Sementar buat menaikkan harga jual ke konsumen, daya belinya belum tentu mampu mengikuti.
Mengetahui banyaknya tantangan saat buka usaha bukan berarti kamu mesti takut dan membatalkan rencana. Malah dengan begini kamu bisa lebih mempersiapkan diri. Semoga usaha berjalan lebih lancar sesuai harapan.





















