Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Temui Investor AS, Menkeu Purbaya Tegaskan Arah Fiskal RI Sudah Tepat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan investor global di AS. (Dok/Istimewa).
  • Purbaya Yudhi Sadewa bertemu investor besar di AS untuk menjelaskan kondisi makroekonomi dan menegaskan arah kebijakan fiskal Indonesia yang dinilai sudah tepat.
  • Investor AS menunjukkan minat tinggi berinvestasi di Indonesia, namun meminta klarifikasi atas isu fiskal domestik agar keyakinan mereka semakin kuat.
  • Pemerintah berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target APBN guna memperkuat kepercayaan investor dan memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 April 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan sejumlah investor besar asal AS di Peninsula Hotel New York. Ia memaparkan kondisi makroekonomi Indonesia dan menegaskan arah kebijakan fiskal pemerintah sudah tepat.

ke depan

Pemerintah berencana fokus menjaga pertumbuhan ekonomi agar sesuai target dalam APBN untuk meningkatkan keyakinan investor terhadap Indonesia.

kini

Investor AS menunjukkan minat berinvestasi di Indonesia setelah mendapat klarifikasi dari pemerintah mengenai kondisi fiskal dan prospek ekonomi nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan pertemuan dengan sejumlah investor besar asal Amerika Serikat untuk memaparkan kondisi ekonomi Indonesia dan menegaskan arah kebijakan fiskal pemerintah.
  • Who?
    Purbaya Yudhi Sadewa bersama perwakilan investor dari HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di New York dan Washington DC, Amerika Serikat, termasuk di Peninsula Hotel New York.
  • When?
    Kegiatan dilakukan pada Rabu, 15 April 2026, dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Keuangan ke Amerika Serikat.
  • Why?
    Pertemuan digelar untuk memperkuat kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia serta menjelaskan arah kebijakan fiskal yang dinilai sudah berada di jalur tepat.
  • How?
    Purbaya menyampaikan paparan mengenai fundamental makroekonomi Indonesia dan strategi fiskal ke depan, sekaligus menanggapi isu yang menimbulkan keraguan di kalangan investor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Purbaya pergi ke Amerika buat ketemu orang-orang yang punya banyak uang. Mereka mau tahu apakah uang di Indonesia aman kalau ditanam. Pak Purbaya bilang ekonomi Indonesia kuat dan rencana pemerintah sudah benar. Orang-orang itu senang dengar penjelasannya dan jadi lebih percaya buat investasi di Indonesia sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan para investor besar di Amerika Serikat mencerminkan langkah proaktif pemerintah dalam memperkuat kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia. Penjelasan terbuka mengenai arah fiskal dan fondasi makroekonomi yang kuat diterima positif, bahkan memunculkan masukan konstruktif untuk meningkatkan komunikasi pasar, menandakan hubungan yang semakin transparan dan saling percaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan investor global dengan menggelar sejumlah pertemuan di New York dan Washington DC, Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya memaparkan kondisi fundamental makroekonomi Indonesia serta arah kebijakan fiskal ke depan kepada sejumlah investor besar asal AS. Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal pemerintah berada di jalur yang tepat.

“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, sehingga mereka yakin bahwa kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York, dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Adapun sejumlah investor yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, serta TD Asset Management.

1. Investor memiliki niat tanam modalnya di RI

ilustrasi investasi (unsplash.com/@towfiqu999999)

Menurut dia, para investor pada dasarnya memiliki minat untuk menanamkan modal di Indonesia. Namun, mereka membutuhkan klarifikasi atas sejumlah isu atau “noise” yang beredar terkait kondisi fiskal domestik.

“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan untuk memastikan keraguan mereka bisa diklarifikasi,” jelasnya.

2. Investor AS sebenarnya tidak meragukan fondasi makroekonomi Indonesia

ilustrasi investasi (vecteezy.com/Perawit Boonchu)

Purbaya menambahkan, investor AS sebenarnya tidak meragukan fondasi makroekonomi Indonesia. Hanya saja, mereka ingin memastikan kondisi terkini, khususnya terkait kenyamanan berinvestasi.

“Mereka tidak ragu, hanya saja mereka mendengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah. Kami pastikan bahwa itu tidak benar,” katanya.

Ia menilai, penjelasan yang disampaikan pemerintah dapat diterima dengan baik oleh para investor. Apalagi, kebijakan yang dipaparkan dinilai selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan adanya masukan positif dari investor agar pemerintah meningkatkan komunikasi dengan pelaku pasar global. Hal ini dinilai penting mengingat fondasi makroekonomi Indonesia dinilai kuat.

3. Pemerintah akan fokus menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap sesuai target dalam APBN

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Bahkan, sebagian investor menilai sejumlah lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat dalam mengubah outlook Indonesia, termasuk memberikan prospek negatif di tengah data ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya lengkap.

Ke depan, pemerintah akan fokus menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap sesuai target dalam APBN guna meningkatkan keyakinan investor.

“Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan tetap kuat di triwulan II, itu akan membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan, pemerintah akan memastikan kebijakan yang diambil tepat serta implementasinya berjalan sesuai desain.

Editorial Team