Jakarta, IDN Times - Pemerintah Thailand melalui Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan, Ekniti Nitithanprapas, resmi mengumumkan paket bantuan ekonomi pada Sabtu (11/4/2026). Langkah ini diambil untuk memitigasi dampak konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok global dan memicu fluktuasi harga energi.
Anggaran pemerintah pusat dialokasikan untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga terdampak, seperti petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro. Kelompok ini dinilai rentan terhadap tekanan inflasi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Iran dan kekuatan regional lainnya.
Bantuan subsidi barang pokok ini akan mulai berlaku pada Senin (13/4/2026), bertepatan dengan festival Songkran, momen saat tingkat konsumsi masyarakat umumnya meningkat. Selain menambah saldo kartu kesejahteraan negara, pemerintah juga menurunkan pajak bahan bakar, menyediakan fasilitas kredit bunga rendah, dan menyubsidi tarif transportasi umum.
