Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PM Thailand Salahkan Penimbun BBM atas Kelangkaan Energi

PM Thailand Salahkan Penimbun BBM atas Kelangkaan Energi
Bendera Thailand (unsplash.com/chris robert)
Intinya Sih
  • Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menuding pedagang curang sebagai penyebab utama kelangkaan bahan bakar yang merugikan negara hingga Rp26 triliun.
  • Aparat menemukan praktik penimbunan dan penyelundupan lebih dari 57 juta liter BBM ke luar negeri, yang kini diselidiki oleh Departemen Investigasi Khusus.
  • Konflik di Timur Tengah memperburuk krisis energi Thailand dengan mendorong lonjakan harga bensin dan solar ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, memberikan keterangan resmi terkait krisis energi nasional pada Jumat (3/4/2026). Ia menyoroti kelangkaan bahan bakar yang meresahkan masyarakat luas dalam beberapa pekan terakhir.

Pernyataan tersebut menekankan adanya praktik pencarian keuntungan secara ilegal oleh oknum pedagang di tengah naik-turunnya harga global. Saat ini, pemerintah terus mengambil langkah strategis untuk menstabilkan distribusi energi dan memulihkan kondisi ekonomi negara.

1. Negara rugi Rp26 triliun akibat ulah pedagang curang

bendera thailand
bendera thailand

Pemerintah Thailand melaporkan kerugian negara mencapai 50 miliar baht (Rp26 triliun) akibat ulah pedagang yang mencari keuntungan dengan cara yang tidak wajar. Perdana Menteri Anutin mengecam keras para spekulan yang sengaja menahan stok minyak di tengah krisis energi global.

Ia menegaskan bahwa tindakan merugikan ini menjadi penyebab utama sulitnya mendapatkan bahan bakar di berbagai wilayah Thailand.

"Tindakan para pedagang ini adalah faktor utama yang menyebabkan kelangkaan bahan bakar di seluruh negeri dalam beberapa minggu terakhir," kata Anutin Charnvirakul.

2. Aparat temukan penimbunan dan penyelundupan BBM ke luar negeri

Bahan bakar di pom bensin.
ilustrasi bahan bakar (unsplash.com/Dawn McDonald)

Pihak keamanan berhasil membongkar berbagai cara ilegal yang digunakan oknum pedagang, mulai dari menimbun stok di darat hingga memindahkan muatan minyak secara sembunyi-sembunyi di tengah laut. Perdana Menteri Anutin menyatakan bahwa petugas menemukan banyak kasus penyelundupan bahan bakar untuk dijual secara gelap ke negara tetangga.

Menteri Kehakiman Rutthaphon Naowarat menambahkan, lebih dari 57 juta liter bahan bakar dilaporkan hilang saat proses pengiriman melalui jalur laut di wilayah selatan Thailand. Saat ini, Departemen Investigasi Khusus (DSI) tengah menyelidiki temuan ini sebagai kasus khusus untuk menangkap seluruh jaringan pelaku yang terlibat.

3. Konflik di Timur Tengah sebabkan harga BBM makin mahal

Infografis Selat Hormuz.
Infografis Selat Hormuz. (IDN Times/Sukma Shakti)

Masalah pasokan dalam negeri semakin parah akibat konflik militer di Timur Tengah yang mengganggu jalur pengiriman energi internasional sejak akhir Februari. Dampaknya terlihat jelas pada lonjakan harga bensin tanpa timbal yang memecahkan rekor hingga 57,51 baht (Rp29,93 ribu) per liter, serta harga solar yang mencapai 47,74 baht (Rp24,84 ribu) per liter.

Anutin menegaskan bahwa mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat tidak dapat ditoleransi karena semakin membebani ekonomi negara.

"Aksi penyelundupan dan penimbunan ini sama saja dengan mengambil keuntungan berlebihan dari kenaikan harga minyak di tengah krisis energi dunia," kata Anutin Charnvirakul, dilansir Taipei Times.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More